Perang Rusia Vs Ukraina

Amerika Segera Kapalkan 31 Unit Tank M1 Abrams ke Ukraina

Pemerintah AS akan mengirimkan 31 unit tank tempur M1 Abrams ke Ukraina. Paket bantuan militer itu bernilai 400 juta dolar AS.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
IST
Tank tempur utama M1 Abrams buatan industri AS seperti di foto akan dikirimkan ke Ukraina sebagai alat perang melawan Rusia. Jumlah yang akan dikirim AS ada 31 unit tank. 

“Dia mengatakan pemerintah federal telah memutuskan untuk menyediakan angkatan bersenjata Ukraina dengan tank tempur utama Leopard 2," lanjut Steffen Hebestreit.

Keputusan itu dibuat menyusul negosiasi intensif yang diadakan dengan mitra terdekat Jerman di Eropa dan internasional.

“Pada tahap pertama, Jerman akan menyediakan kompi yang terdiri dari 14 tank Leopard 2 A6 dari stok Bundeswehr,” kata juru bicara pemerintah itu.

Mitra Eropa Jerman yang tidak ia sebut, pada gilirannya, juga akan menyerahkan tank Leopard 2 ke Ukraina. Diperkirakan negara yang dimaksud Polandia.

Selain itu, paket bantuan baru Jerman akan mencakup amunisi, pemeliharaan sistem, dan bantuan logistic.

Kedutaan Besar Rusia di Jerman bereaksi dengan memperingatkan keputusan yang sangat berbahaya ini menggeser konflik Ukraina ke tingkat kebuntuan yang baru.

“Pilihan Berlin untuk memasok tank ke Kiev berarti penolakan terakhir atas tanggung jawab sejarah Jerman kepada rakyat Rusia,” tulis pernyataan resmi Kedubes Rusia di Berlin.

Para diplomat Rusia menambahkan Jerman dan sekutu dekatnya tidak tertarik dengan resolusi diplomatik krisis Ukraina dan mereka ingin meningkatkan ketegangan.

Perkembangan tersebut terjadi setelah media Jerman mengutip sumber tanpa nama yang mengatakan Scholz telah memutuskan mengirim satu kompi tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina.

Washington dan sekutunya meningkatkan dukungan militer mereka untuk Kiev setelah Rusia memulai operasi militer khususnya di Ukraina pada 24 Februari 2022.

Moskow mengutuk bantuan militer AS dan sekutunya ke Kiev, yang menurut Kremlin menambah perpanjangan konflik Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan sejak tahun lalu setiap pengiriman senjata di wilayah Ukraina akan menjadi "target yang sah" bagi pasukan Rusia.(Tribunjogja.com/Sputniknews/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved