Penggerebekan Terduga Teroris di Sleman
Kesaksian Keluarga Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Pandowoharjo Sleman
Pria berusia 38 tahun yang berprofesi ojek online (Ojol) itu selama ini dikenal beraktivitas normal seperti masyarakat pada umumnya.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Ketika dapat kabar dari ketua RT bahwa kakaknya ditangkap polisi, Uki mengaku kaget.
Saat itu, yang Ia khawatirkan cuma satu, yaitu kesehatan sang Ibu yang sudah tua dan sakit.
Di samping itu, Ia juga khawatir penangkapan kakaknya sebagai terduga teroris akan berdampak sosial di masyarakat.
Ia takut keluarganya dikucilkan.
Padahal, kata Uki, apa yang dilakukan AW adalah pribadi.
Baca juga: Penggerebekan Terduga Teroris di Pandowoharjo Sleman, Dua Bom Rakitan Diledakkan Tim Jibom Gegana
Baca juga: Lima Jam Lebih Tim Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Sleman, Dua Bom Rakitan Dimusnahkan
Pihak keluarga disebutnya tidak tahu menahu. Uki berharap, sang Kakak bisa berubah.
"Harapan saya buat Mas, berubahlah. Jangan tertutup atau gimana. Dia itu kan ya seperti biasa (pada umumnya), tapi kita ndak tahu yang di dalamnya apa saja, kita nggak tahu. (Harapan saya) Terbuka. Kemudian mengingat ibu, kondisi ibu," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes polri melakukan penangkapan terduga teroris di Sleman, pada Minggu (22/1/2023).
Saat penangkapan tersebut, Polda DIY turut membantu dalam proses pengamanan.
"Betul hari ini (Minggu) Polda DIY membantu pengamanan saat Densus 88 melakukan penangkapan Terduga Teroris. Ini adalah keberhasilan pencegahan yang dilakukan polri sebelum terduga melakukan aksinya," kata Kabidhumas Polda DIY, Kombespol Yuliyanto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rumah-terduga-teroris-di-Pandowoharjo-Sleman-Senin-2312023.jpg)