Perang Rusia Vs Ukraina

Dmitry Medvedev Ingatkan Bumerang Ukraina bagi AS dan Sekutunya

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan, bantuan terus menerus barat ke Ukraina akan jadi bumerang bagi AS dan sekutunya.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common
Kendaraan tempur lapis baja infantri Bradley ini banyak digunakan pasukan AS di berbagai medan tempur dunia. Washington menjanjikan pengiriman Bradley ke Ukraina. 

Mereka menyatakan perjanjian Minsk tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar dipenuhi tetapi hanyalah taktik untuk mengulur waktu bagi Ukraina untuk membangun militernya.

Tragedi Global

Sementara juru bicara Parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin juga mengingatkan, sebuah tragedi global dapat terjadi pada umat manusia jika barat terus memasok senjata ke Ukraina.

Vyacheslav Volodin menyarankan pasukan Moskow dapat membalasnya menggunakan senjata yang lebih kuat, jika wilayahnya terancam.

 

Lewat saluran Telegramnya, Volodin mengatakan, jika senjata dari NATO digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan mencoba merebut wilayah Rusia, Moskow akan menanggapi lebih kuat.

Anggota parlemen Rusia itu melanjutkan berpendapat pejabat barat harus menyadari tanggung jawab mereka untuk mencegah skenario seperti itu.

“Dengan mempertimbangkan keunggulan teknologi senjata Rusia, politisi asing yang membuat keputusan seperti itu perlu memahami: ini bisa menjadi tragedi global yang akan menghancurkan negara mereka,” Volodin memperingatkan.

Para pemimpin Ukraina bersikeras mendapatkan kembali kendali atas semua wilayah yang berada dalam perbatasan negara yang didirikan setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Kiev mengatakan siap untuk merebut kembali wilayah tersebut dengan paksa jika Moskow menolak untuk melepaskannya.

Krimea menjadi bagian dari Rusia setelah referendum pada tahun 2014, sementara empat wilayah lainnya mengikuti tahun lalu.

Pada Rabu, New York Times, melaporkan pemerintahan Biden mempertimbangkan memberi Ukraina kemampuan serangan yang diperlukan untuk mencapai target di Krimea.

Tepat sebelum pertemuan Ramstein pada 20 Januari, AS mengumumkan paket bantuan pertahanan baru untuk Ukraina senilai $2,5 miliar.

Ini termasuk, antara lain, kendaraan tempur infanteri Bradley, pengangkut personel lapis baja Stryker, ranpur taktis Humvee, serta 20.000 butir peluru artileri reguler dan 600 butir peluru 155 mm berpemandu presisi.

Selain itu, Washington berjanji untuk memasok Kiev dengan lebih banyak rudal untuk sistem roket peluncuran ganda HIMARS M142 dan MLRS M270.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved