Politik Global
Iran Akan Terima Jet Su-35, Apa Maknanya bagi Asia Barat Daya dan Timteng?
Jet tempur Sukhoi Su-35 akan jadi alat politik keamanan baru bagi Republik Islam Iran di Asia Barat Daya dan Timur Tengah.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Teheran akan menerima pesawat tempur super-manuver multiperan Sukhoi Su-35 buatan Rusia.
Diperkirakan skuadron Su-35 akan diserahkan di awal tahun baru Iran mendatang, yang dimulai 21 Maret 2023.
Klaim dikemukakan Shahriar Heydari, Wakil Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.
Lantas apa pesan politik modernisasi armada tempur udara Repubik Islam Iran, yang jadi “musuh besar” Israel ini?
“Karakteristik tempur Super Flanker Su-35 memberinya kemampuan untuk menangani target udara, darat dan laut,” kata pakar militer Iran Mohammad-Hassan Sangtarash kepada Sputnik.
“Pesawat ini akan sangat efektif jika Iran dapat memasang senjata asli di atasnya. Super Flanker Su-35 dapat memainkan peran mini-AWACS tempur, dan jika terhubung ke jaringan radar Iran, ia akan memperoleh kemampuan pertahanan titik yang unik,” katanya.
“Jika Iran membeli teknologi dan memulai produksi besar-besaran bersama (Su-35), itu dapat memperoleh keuntungan tertentu atas pesawat tempur dan kapal perang negara-negara tetangga Iran,” imbuhnya.
Baca juga: Iran Segera Terima Jet Tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia
Baca juga: Rusia Akhirnya Kerahkan Sukhoi Su-35 untuk Perang Melawan Ukraina, Dilengkapi Rudal Antiradiasi
Baca juga: Presiden Iran Ibrahim Raisi Janjikan Balasan ke Para Pembunuh Qassem Soleimani
Sukhoi Su-35 (NATO menamapinya Super Flanker atau Flanker E) adalah pesawat satu kursi, bermesin ganda, super-manuver, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan semua kelas target udara dalam pertempuran udara jarak jauh dan dekat.
Ini memiliki kemampuan dogfighting yang luar biasa dan juga dapat mengenai target darat dan permukaan laut.
Termasuk juga pasukan dan infrastruktur darat yang ditutupi oleh senjata anti-pesawat dan terletak pada jarak yang cukup jauh dari pangkalan udara pangkalannya.
Su-35 adalah versi dari pesawat tempur Su-27 yang telah dimodernisasi secara mendalam dan menggabungkan konsep teknik paling sukses.
Teknologi pesawat ini sebelumnya diuji dengan baik pada keluarga pesawat Su-27/Su-30. Penjelasan didapat dari United Aircraft Corporation (UAC) Rusia, produsen jet tempur ini.
Sangtarash menjelaskan petarung Super Flanker diklasifikasikan sebagai petarung 4++ dan dapat melengkapi petarung generasi ketiga dan keempat Iran.
"Super Flanker memiliki mesin Saturn 117 dengan umur 4000 jam," lanjut pakar militer itu.
“Mesin ini memiliki umur yang lebih pendek dan biaya perawatan yang lebih tinggi daripada mesin tempur barat seperti (Eurofighter) Typhoon dan (Dassault) Rafale,” jelas Sangtarash.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jet-Tempur-Sukhoi-SU-35-milik-Rusia.jpg)