Berita Jogja Hari Ini

Tekan Volume Limbah, 4 Mesin Gibrig Dialokasikan ke TPST Nitikan Kota Yogya

Empat mesin gibrik tersebut direalisasikan dengan APBD Kota Yogyakarta 2022 dan mulai dioperasionalkan per awal tahun ini.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Pemkot Yogyakarta
Pengolahan limbah dengan mesin gibrig di TPST Nitikan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak empat unit mesin gibrig pengolah limbah dialokasikan Pemkot Yogya menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Nitikan.

Keempat mesin itu dimanfaatkan untuk meningkatkan upaya pengolahan, sekaligus mendukung gerakan zero sampah anorganik yang sudah mulai diterapkan di Kota Yogyakarta sejak 1 Januari 2023 lalu.

Koordinator TPST Nitikan, Klimin, mengatakan, empat mesin gibrik tersebut direalisasikan dengan APBD Kota Yogyakarta 2022 dan mulai dioperasionalkan per awal tahun ini.

Ia menuturkan, tambahan sarana ini dapat dimaksimalkan untuk mengolah sampah yang berasal dari rumah tangga, baik organik atau anorganik yang diboyong armada pengangkut menuju TPST.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Patok Target 616 Bank Sampah Terbentuk di 2023

"Jadi, totalnya ada empat mesin, dua mesin berukuran besar, dan dua mesin lainnya kecil. Semua difungsikan untuk mengolah sampah dari rumah tangga, organik dan anorganik," ujarnya, Kamis (19/1/2023).

Dijelaskannya, mesin gibrig bekerja memilah sampah organik, seperti sisa makanan dan sampah anorganik, layaknya plastik dan kertas.

Selain memilah sampah anorganik, mesin mesin-mesin gibrig di TPST juga bisa dimanfaatkan untuk menghancurkan sampah-sampah organik, sehingga menghasilkan limbah dengan tekstur halus, atau bubur sampah.

Sebelum masuk ke mesin gibrig, para petugas di TPST Nitikan lebih dahulu memilah sampah anorganik yang bergerak di atas mesin conveyor yang telah terhubung.

Pasalnya, ungkap Klimin, tidak semua jenis sampah anorganik dapat dimasukkan ke mesin pengolah itu, terutama jenis kaca, kain, pembalut dan styrofoam.

"Tidak semua (sampah) bisa masuk, seperti kain, besi, kaca, karena bisa merusak mesin. Jadi, sampah yang masuk selain besi, kayu, kain, kaca," urainya.

Baca juga: Antusiasme Warga Melonjak, Operasional Bank Sampah di Kota Yogyakarta Ditingkatkan

Sementara untuk sampah organik yang sebenarnya masih dapat dialokasikan menuju TPA Piyungan, tetap diolah di TPST agar bisa dimanfaatkan.

Sejauh ini, ia pun mencoba memanfaatkan olahan limbah organik untuk pakan budidaya maggot.

Namun, seandainya gagal, pihaknya telah mempersiapkan plan kedua, yakni untuk kompos berbahan dasar limbah.

"Karena tekstur sampah organik itu jadi lembek. Rencananya, dikelola di sini untuk pakan maggot. Tapi, ini baru uji coba, ya, seandainya itu tidak bisa untuk pakan maggot, akan dibuat kompos, dicampur dengan ranting daun yang sudah dicacah," jelasnya.

Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dan kertas kemasan yang masuk ke TPST, dimasukan ke dalam mesin pengepres.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved