Konflik Palestina Vs Israel
Maher Younis Hirup Kebebasan Setelah 40 Tahun Mendekam di Penjara Israel
Maher Younis, warga Palestina dibebaskan dari penjara setelah mendekam selama 40 tahun di bawah kekuasaan pasukan pendudukan Israel.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, TEPI BARAT - Maher Younis (65), warga Desa Aara Palestina yang diduduki Israel, dibebaskan setelah menghabiskan 40 tahun di penjara Israel.
Ibu Maher memberi tahu koresponden Al Mayadeen, putranya akhirnya bebas setelah menghabiskan 40 tahun di penjara Israel.
Ia disambut di rumah keluarganya penuh sukacita, meskipun pasukan pendudukan berupaya mencegah pertemuan dan mengatur perayaan pembebasan Maher.
Israel membuat kebijakan baru, membebaskan tahanan Palestina tanpa pemberitahuan dan dilepaskan jauh dari tempat tinggalnya.
Pasukan keamanan juga membuat pembatasan penyambutan supaya tidak menimbulkan kerumunan besar yang dianggap membahayakan.
Pembebasan Maher Younis ini menyusul dilepasnya Karim Younis yang juga menjalani hukuman selama 40 tahun di penjara Israel.
Baca juga: Karim Younis, Warga Palestina Bebas Setelah 40 Tahun Dipenjara Zionis Israel
Baca juga: Nyawa Remaja Palestina Lutfi Khamour Melayang di Tangan Tentara Israel
Pasukan pendudukan Israel memindahkan Maher Younis dari penjara ke tujuan yang tidak diketahui 40 jam sebelum jadwal pembebasannya.
Dengan memindahkan Maher Younis ke tujuan yang tidak diketahui, pendudukan bertujuan untuk mencegahnya merayakan kebebasannya di antara sesama tahanan Palestina.
Maher Younis ditangkap pada 18 Januari 1983, karena menentang pendudukan dan karena berafiliasi dengan gerakan Fatah.
Ia ditangkap tak lama setelah sepupunya Karim Younis diciduk pasukan keamanan, selain rekan mereka Sami Younis, yang dibebaskan dalam pertukaran tahanan pada 2011.
Selama di penjara, Maher Younis mengalami kondisi yang keras, dan Israel menjatuhkan hukuman mati. Sebulan kemudian, hukumannya diubah menjadi seumur hidup.
Saat pembebasan Karim Younis beberapa pekan lalu, Kementerian Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengungkapkan pasukan pendudukan mengambil semua kegembiraan pria itu.
Ia dibebaskan tanpa pemberitahuan sebelumnya ke keluarganya. Ia dilepas di desa “Ra'anana” – jauh dari Desa Aara, kampung halamannya.
Juru bicara Kantor Informasi Tahanan Hazem Hassanein menyatakan kebijakan Israel ini bertujuan mencegah pertemuan dan mengatur perayaan pembebasan Karim setelah bertahun-tahun ditunggu.
Dia juga menambahkan kebijakan pembebasannya tanpa pemberitahuan sebelumnya digunakan sebelumnya dengan Sheikh Raed Salah untuk alasan yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-palestina-vs-israel.jpg)