Berita Sleman Hari Ini
Sapi di Sleman Mulai Disuntik Vaksin LSD
Kepala DP3 Sleman, Ir. Suparmono mengatakan jawatannya bergerak cepat dalam upaya menanggulangi LSD. Sebab, 95 persen peternak
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman bergerak cepat melakukan pencegahan terhadap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi dan kerbau.
Selain karantina dan pengobatan pada hewan ternak terpapar, Sleman juga mulai melakukan penyuntikan vaksin LSD.
Kepala DP3 Sleman, Ir. Suparmono mengatakan jawatannya bergerak cepat dalam upaya menanggulangi LSD.
Sebab, 95 persen peternak di Kabupaten Sleman adalah peternak kecil yang rata-rata hanya memelihara beberapa ekor ternak saja.
Baca juga: CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo Beberkan Alasan Masuk Bursa Calon Exco PSSI
Dari segi bisnis, mulai dari pakan maupun penjualan, peternakan sekala kecil ini sudah berjalan. Namun ketika sapi ada yang terkena virus maka peternak akan kesulitan. Tidak bisa menangani.
"Sehingga pemerintah harus hadir secepatnya. Kita bantu betul. Kita telah mengajukan 3.000 dosis vaksin LSD tapi yang baru datang 1.300 dosis dan hari ini kita mulai lakukan penyuntikan," kata Suparmono saat launching vaksinasi LSD di Kelompok Ternak Andini Mangambar di Mulungan Kulon, Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Rabu (18/1/2023).
Dijelaskan Suparmono, dari 1.300 dosis vaksin LSD yang sudah datang di Kabupaten Sleman, 239 dosis di antaranya disuntikkan pada sapi dengan jarak radius 10 kilometer dari temuan dua ekor sapi positif LSD di wilayah Beran Kidul, Tridadi, Sleman.
Sisanya, akan disuntikkan pada sapi perah di wilayah Cangkringan dan Pakem.
Untuk diketahui, di Kabupaten Sleman ada 14 sapi suspek LSD dengan 5 di antaranya terkonfirmasi positif. 5 sapi positif tersebar di beberapa wilayah.
Ada 2 ekor di Beran Kidul Tridadi, 2 ekor di Argomulyo dan 1 di Kepuharjo, Cangkringan.
Sapi yang terjangkit LSD, menurut Suparmono masih aman dikonsumsi. Hanya saja, dampak penyakit tersebut dapat menganggu pertumbuhan sapi.
Apabila menyerang sapi perah, maka bisa menggangu produktivitas susu.
Tingkat fatalitas atau kematian penyakit LSD ini di bawah 10 persen namun tingkat kesakitannya (mordibilitas) mencapai 45 persen.
LSD ditandai dengan kemunculan bintik-bintik pada kulit ternak dan nafsu makan berkurang.
Langkah pencegahan bisa dilakukan. Yakni vaksinasi dan juga menjaga kebersihan kandang.
Baca juga: Satpol PP Klaten Lakukan Razia di Jalan Jogja-Solo dan Amankan 6 PGOT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/emulai-penyuntikan-Vaksin-LSD-di-Mulungan-Kulon-Mlati.jpg)