Berita Sleman Hari Ini
Sapi di Sleman Mulai Disuntik Vaksin LSD
Kepala DP3 Sleman, Ir. Suparmono mengatakan jawatannya bergerak cepat dalam upaya menanggulangi LSD. Sebab, 95 persen peternak
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
"Virus LSD bisa ditularkan dari lalat, nyamuk. Mereka menggigit kemudian pindah. Makanya zona kontrol kita 10 kilometer. Kita sarankan ke masyarakat agar LSD terkendali ya vektornya kita kurangi. Kandang harus bersih. Jika kandang bersih, maka lalat dan nyamuk yang jadi vektor berkurang. Dengan begitu LSD akan relatif terkendali," kata Suparmono.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap melalui vaksinasi LSD maka sapi yang sakit bisa sembuh dan tentunya dapat meningkatkan imunitas.
Meski ternak sudah divaksin, Ia mengimbau kepada para peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang dan menjaga asupan makanan ternak.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri dalam upaya penanganan LSD.
Karenanya, membutuhkan kerjasama semua stakeholder terutama peternak sehingga ketika mendapati ada ternaknya yang memiliki ciri-ciri LSD diharapkan segera melapor agar segera mendapat pengobatan. Kemudian, apabila sapi dinyatakan positif maka untuk sementara di karantina.
"Bila ditemukan sapi positif. Jangan dibawa keluar. Disembuhkan dulu agar tidak menular ke yang lain," imbau dia. (Rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/emulai-penyuntikan-Vaksin-LSD-di-Mulungan-Kulon-Mlati.jpg)