Perang Rusia Vs Ukraina
Hadapi Barat, Militer Rusia Genjot Jumlah Tentaranya Hingga 1,7 Juta
Menghadapi kekuatan barat, militer Rusia akan meningkatkan jumlah tentaranya hingga mencapai 1,5 juta personil pada 2026.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Batch pertama drone torpedo bawah air canggih Poseidon telah diproduksi untuk kapal selam Rusia bertenaga nuklir Belgorod.
Sumber di Kementerian Pertahanan berpendapat kapal selam itu akan dilengkapi drone bersenjata nuklir ini dalam waktu dekat.
Tes terpisah dari komponen inti Poseidon telah berhasil diselesaikan. Pada Oktober 2022, sebuah surat kabar Italia merujuk ke sumber intelijen NATO yang tidak disebutkan namanya mengklaim kapal selam nuklir Rusia sudah membawa Poseidon.
Kapal selam itu meninggalkan pangkalan untuk kemungkinan uji coba nuklir. Peluncuran drone Poseidon dapat disamakan rudal balistik antarbenua, yang dapat menyebabkan tsunami radioaktif.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan keberhasilan penyelesaian tes jangkauan laut Poseidon pada 2021.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggembar-gemborkannya sebagai salah satu dari setengah lusin sistem strategis baru yang dimaksudkan untuk memastikan kemampuan militer Rusia.
Menurut Putin, drone tersebut mampu melesat pada kedalaman sangat dalam dan dengan jangkauan antarbenua.
Kecepatannya beberapa kali lebih cepat daripada yang dapat dicapai kebanyakan kapal selam dan torpedo modern.
Kapal selam Belgorod, yang panjangnya lebih dari 608 kaki (184 meter), dan juga dikenal sebagai Proyek 09852, tetap menjadi kapal selam terpanjang di dunia.
Bahkan lebih panjang dari kapal selam rudal balistik kelas Ohio Angkatan Laut AS.
Belgorod, yang memiliki 118 awak dan bergerak dengan kecepatan 33 knot (61 km/jam), dirancang menjalankan misi khusus angkatan laut Rusia.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Sputnik/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kekuatan-militer-Rusia_2702.jpg)