Perang Rusia Vs Ukraina

Yunani Kirim Ranpur BMP-1 ke Ukraina, Ditukar Marder dari Jerman

Yunani mengirimkan kendaraan tempur BMP-1 eks Jerman Timur ke Ukraina dan mendapat ganti ranpur Marder dari Jerman.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

"Langkah Athena seperti itu tidak hanya akan menjadi demonstrasi permusuhan yang tidak masuk akal terhadap Rusia,” katanya.

“Langkah itu juga berisiko terhadap kepentingan nasionalnya sendiri, yang telah diumumkan dengan lantang oleh publik Yunani," kata Muradov kepada kantor berita Rusia Sputnik.

Kepala Staf Umum Pertahanan Nasional Yunani, Jenderal Konstantinos Floros, mengatakan Yunani tidak mempertimbangkan transfer sistem pertahanan udara S-300 Rusia ke Ukraina.

"Jelas, kami tidak mempertimbangkan relokasi atau transfer senjata, itu akan melemahkan kemampuan pertahanan negara," kata Floros.

Bantuan senjata terus mengalir dari berbagai negara NATO ke Ukraina. AS termasuk yang paling besar menggelontorkan bantuan.

Risiko Kirim Ranpur Bradley

Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, menyatakan pemerintah AS tak tertarik penyelesaian konflik Rusia-Ukraina secara damai.

Anatoly Antonov menunjuk keputusan Washington untuk memasok Kiev dengan kendaraan tempur Bradley, dan rencana Jerman serta Prancis yang akan mengirim rudal Patriot serta tank AMX-10.

Menurut Antonov, AS bahkan belum mencoba mendengarkan peringatan Rusia terhadap jalan berbahaya semacam itu.

“AS melepaskan perang proksi nyata melawan Rusia dengan mendukung penjahat Nazi di Kiev pada awal 2014,” kata Dubes Antonov dikutip Sputniknews dan Russia Today, Jumat (6/1/2023).

Ia mengacu kudeta yang menggulingkan presiden yang terpilih secara demokratis, Viktor Yanukovich pada 2014.

“Setiap pembicaraan tentang sifat defensive senjata yang dipasok ke Ukraina telah lama menjadi tidak masuk akal,” tambahnya.

Utusan itu mengklaim pengiriman senjata barat hanya mendorong kaum radikal Ukraina untuk melakukan perbuatan buruk.

Juga akan menambah perasaan impunitas mereka. Mereka terus membunuh warga sipil di Donbass, Zaporozhye dan Kherson di Federasi Rusia.

“Tidak seorang pun harus meragukan siapa yang memikul tanggung jawab untuk memperpanjang konflik ini,” katanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved