Politik Global

Rusuh di Brasilia, Lula da Silva Minta Kekuatan Federal Bertindak

Presiden Brasil Lula da Silva memerintahkan kekuatan Federal Brasil bertindak mengatasi perusuh, pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Dokumentasi Tribun Jogja
Luis Ignacio Lula da Silva, mantan Presiden Brazil kembali merebut kemenangan bagi kelompok sayap kiri di Pilpres 2022. Ia mengalahkan tokoh sayap kanan/konservatif Jair Bolsonaro. 

Pendukung mantan pemimpin itu telah melakukan demonstrasi yang kacau sejak dia kalah dalam pemilihan dekat dengan saingan kirinya pada bulan Oktober.

Massa memblokir jalan, membakar kendaraan, dan pada satu titik bahkan mengepung fasilitas militer untuk mencoba meyakinkan tentara di dalamnya untuk mengembalikan Bolsonaro.

 

Bolsonaro meninggalkan Brasil beberapa hari sebelum upacara serah terima tradisional dari presiden pendahulu ke Lula da Silva ke kursi kepresidenan.

Bolsonaro yang terbang ke Florida, AS, di daerah Donald Trump tinggal, mengatakan kekalahannya dirinya tidak adil.

Lula da Silva menyalahkan apa yang dia gambarkan sebagai kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada musuh bebuyutannya.

Perkembangan lain, Hakim Mahkamah Agung Brasil Alexandre de Moraes mencopot Gubernur Distrik Federal Brasilia, Ibaneis Rocha, dari jabatannya selama 90 hari terkait kerusuhan.

Hakim MA meyakini, kerusuhan seperti itu hanya dapat terjadi dengan persetujuan dan bahkan ada  partisipasi efektif otoritas yang kompeten.

Menurut hakim, Ibaneis tidak hanya membuat pernyataan publik yang membela demonstrasi politik bebas palsu di Brasilia.

Ia juga mengabaikan semua seruan pihak berwenang untuk melaksanakan rencana keamanan.

“Tindakan para perusuh itu tercela,” kata Moraes, sambil berjanji mereka yang mendalangi dan mengambil bagian dalam acara tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

“Demokrasi Brasil tidak akan terguncang, apalagi dihancurkan, oleh penjahat teroris,” tegas hakim tersebut.

Moraes memutuskan kamp-kamp di luar pangkalan militer yang didirikan oleh pengunjuk rasa pro-Bolsonaro harus disingkirkan dalam waktu 24 jam.

Ia juga memerintahkan platform media sosial Facebook, Twitter, dan TikTok untuk memblokir akun pengguna yang menyebarkan konten provokasi.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved