Politik Global

Mesir Borong 12 Unit Heli Chinook, Romania Beli Rudal Antikapal dari AS

Angkatan Udara Mesir memborong 12 unit helikopter angkut raksasa Chinook CH-47F dari Being Corp. Sementara Romania memborong rudal antikapal Raytheon.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
IST/Militarymachine
Tahun 2019, TNI AD akan menerima 12 unit heli transpor H-47 Chinook dari AS. 

TRIBUNJOGJA.COM, KAIRO – Angkatan Bersenjata Mesir memborong 12 helikopter angkut CH-47F Chinook.

Kontrak pengadaan itu diumumkan Boeing Corp yang mendapatkan order dari Angkatan Darat AS untuk Angkatan Udara Mesir (EAF). Kesepakatan itu bernilai $ 426 juta.

Dalam sebuah pernyataan, raksasa kedirgantaraan itu mengatakan kesepakatan itu memungkinkan Mesir mengganti armada helikopter CH-47D yang sudah tua.

Tipe  CH-47F sudah dimodernisir dan memiliki kemampuan multi-misi canggih.

“Pesawat model F akan meningkatkan kemampuan Chinook Mesir dan membantu mencapai tujuan angkat berat secara efektif,” kata Ken Eland, Wakil Presiden Boeing an manajer program CH-47.

“Kemitraan Boeing dengan Angkatan Udara Mesir tetap kuat karena kami terus bekerja sama untuk memodernisasi armada mereka,” katanya.

Menurut Boeing, helikopter CH-47F memiliki sistem manajemen kokpit digital yang terintegrasi penuh.

Baca juga: Jenderal Mark Milley : Pentagon Dukung Taiwan Lewat Senjata dan Pelatihan Tempur

Baca juga: Wow, Rudal Hipersonik Raytheon Milik AS Mampu Melesat Dengan Kecepatan 6.200 KM Per Jam

Baca juga: Rudal Darat ke Udara AS Produk Raytheon Mulai Dipasang di Ukraina

Kokpit Common Avionics Architecture System dan kemampuan penanganan kargo canggih yang melengkapi kinerja misi dan karakteristik penanganan pesawat.

Helikopter rotor tandem itu memiliki jangkauan tempur hingga 370 kilometer. Peswat ini dapat membawa hingga 55 pasukan atau 10.886 kg muatan.

Pada Mei, Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan penjualan hingga 23 helikopter CH-47F ke Mesir.

Penjualan berikut peralatan terkait, termasuk rudal canggih, radar, dan sistem peringatan laser, dengan total $2,6 miliar. EAF rupanya memilih untuk membeli 12 helikopter saja.

EAF telah bekerja untuk meningkatkan kemampuan transportasi logistiknya dengan bantuan dari AS.

Tahun lalu, Mesir memesan 12 pesawat angkut militer C-130J-30 Super Hercules dari Lockheed Martin dalam kesepakatan senilai $ 2,2 miliar.

Sementara negara-negara Eropa Timur juga terus meningkatkan kesiapan pertahanan mereka setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Bagi industry militer barat, ini berarti bonanza kontrak yang berkelanjutan bahkan di luar permintaan senjata dan pengiriman dikirim langsung ke Kiev.

Pada Jumat, raksasa militer Raytheon meneken kontrak pengadaan senjata dengan Rumania senilai lebih dari $ 208 juta.

“Raytheon Missiles & Defense [of] Tucson, Arizona, dianugerahi kontrak harga tetap senilai $208.736.138 untuk Naval Strike Missile Coastal Defense System untuk Republik Rumania,” tulis Raytheon di siaran persnya.

Rumania akan menggunakan rudal anti-kapal buatan Raytheon untuk membantu mempertahankan garis pantainya sekitar 100 mil di Laut Hitam.

Di perairan ini Armada Laut Hitam Rusia sering berpatroli, dan sekarang sedang melakukan perang melawan Ukraina.

Jangkauan Naval Strike Missile Coastal Defense System biasanya diperkirakan lebih dari 100 mil laut, dan pertama kali dikembangkan untuk digunakan Angkatan Laut Kerajaan Norwegia.

Raytheon akan bekerja untuk memenuhi kontrak dengan perusahaan pertahanan Norwegia Kongsberg.

“Misi utama NSM CDS adalah larangan maritim terhadap target laut dari kapal kecil dan ringan yang terbuat dari Glass Fiber Reinforced Plastics (GFRP) hingga kombatan angkatan laut besar seperti kapal perusak dan fregat dan kapal dengan [a] lambung tebal seperti pemecah es,” kata Raytheon.

“Kedua, target darat ditangani oleh CDS NSM. Kemampuan serangan darat terutama didasarkan pada penggunaan GPS militer tetapi kemampuan serangan darat dengan bantuan pencari juga tersedia jika diminta,” jelas Kongsberg di pernyataan lain.

Pemerintah AS telah mengesahkan lebih banyak penjualan alutsista canggih ke Rumania pada 2021.

Saat ini unit Lintas Udara ke-101 Angkatan Darat ditempatkan di Rumania, diperkirakan sekitar 4.000 tentara AS, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan Rumania.

Latihan tersebut merupakan bagian dari kesiapan operasional mengantisipasi dampak operasi militer Rusia di Ukraina yang sedang berlangsung.(Tribunjogja.com/Southfront/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved