Konflik China Taiwan
Jenderal Mark Milley : Pentagon Dukung Taiwan Lewat Senjata dan Pelatihan Tempur
Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley menegaskan dukungan Pentagon ke Taiwan akan dilakukan lewat bantuan senjata dan pelatihan tempur.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
News Update
- Presiden AS Joe Biden dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 Bali pekan depan.
- Biden dan Xi akan mendiskusikan sejumlah isu-isu penting, termasuk masalah global menyangkut Ukraina, Korut dan Taiwan
- Xi Jinping pekan lalu memerintahkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk siap siaga menghadapi berbagai ancaman asing
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley mengatakan Pentagon akan mendukung militer Taiwan dengan senjata dan pelatihan tempur.
Ia memperingatkan potensi serangan China di pulau itu sambil menuduh Beijing mencari superioritas militer global.
Berbicara di sebuah acara yang diadakan Economic Club of New York pada Rabu (9/11/2022) waktu setempat, Milley menekankan Washington akan terus memperkuat kerja sama keamanan dengan Taipei.
Langkah itu ditentang keras Beijing, yang menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayah kedaulatan China.
Baca juga: Konflik China vs Taiwan Memanas, AS Kirim Sinyal Peringatan, Siapkan 6 Pesawat Pembom B-52 di Darwin
Baca juga: Xi Jinping Tegaskan Tak Ragu-ragu Kerahkan Militer untuk Paksa Taiwan Kembali ke China
“AS berkomitmen melalui Undang-Undang Hubungan Taiwan, dan Presiden (Joe) Biden telah mengatakan dalam banyak kesempatan baru-baru ini AS akan terus mendukung Taiwan,” kata Milley.
“Kami akan mendukung mereka secara militer” dan “mencoba membantu melatih dan memperlengkapi mereka,” lanjutnya.
Milley melanjutkan dengan mengklaim sementara tidak ada indikasi Beijing akan menyerang pulau itu dalam waktu dekat.
Presiden China Xi Jinping menurutnya sedang mengevaluasi situasi dan menghitung ulang apa yang mungkin mereka lakukan.
Ia menggarisbawahi, serangan melintasi Selat Taiwan akan benar-benar sulit.
“Ini sangat sulit. Saya pikir mereka mulai menyadari itu,” lanjutnya, menambahkan persiapan untuk serangan dan benar-benar melakukan satu adalah dua hal yang berbeda.
Tahun lalu, pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mengklaim prajurit AS sudah melatih pasukan di pulau itu, tetapi menolak untuk merinci berapa banyak orang Amerika yang dikerahkan.
Ia hanya mengatakan tidak sebanyak yang diperkirakan orang. Kepala Pasukan Khusus AS, Christopher Maier, menyarankan agar Pentagon mengirim penasihat ahi pendaratan amfibi.
Milley menekankan poin pembicaraan utama yang berulang kali digaungkan oleh para pejabat di Washington, bersikeras Beijing adalah pesaing utama Amerika dan masalah keamanan.
Baca juga: Presiden Biden Akan Jual Ratusan Rudal Harpoon dan Sidewinder ke Taiwan
Baca juga: Setelah Pelosi ke Taiwan China Bakal Makin Agresif
Dia mengatakan negara itu sedang mencari keunggulan militer regional – dan akhirnya global –, dengan alasan ingin mencapai yang terakhir sebelum 2050.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menteri-Pertahanan-Amerika-Serikat-Lloyd-Austin-dan-Ketua-Kepala-Staf-Gabungan-Jenderal-Mark-Milley.jpg)