Konflik China Taiwan

Presiden Biden Akan Jual Ratusan Rudal Harpoon dan Sidewinder ke Taiwan

Presiden AS Joe Biden akan meminta persetujuan Kongres AS untuk menjual ratusan rudal Harpoon dan Sidewinder ke Taiwan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memberi isyarat dari pesawat tempur F-16 V buatan AS yang sudah diup-grade selama upacara di Angkatan Udara Chiayi di Taiwan selatan pada Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Presiden AS Joe Biden akan meminta Kongres untuk menyetujui penjualan senjata senilai $ 1,1 miliar ke Taiwan.

Penjualan itu mencakup ratusan rudal untuk jet tempur dan sistem anti-kapal. Kabar ini pertama kali diwartakan Politico dan dikutip Sputniknews, Selasa (30/8/2022).

Politico mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Penjualan itu akan mencakup 60 rudal anti-kapal Harpoon, 100 rudal udara-ke-udara Sidewinder, dan perpanjangan kontrak radar pengawasan.

Kesepakatan itu, yang masih dalam tahap awal, terdiri dari pembelian $ 355.000.000 untuk 60 rudal AGM-84L Harpoon Block II, $ 85,6 juta pembelian 100 AIM-9X Block II Sidewinder taktis air-to-air missiles, dan $655.4 juta untuk perpanjangan kontrak radar pengawasan.

Baca juga: Analis China Anggap Washington Salah Kalkulasi Terkait Konflik China Taiwan

Baca juga: China Petik Manfaat Geopolitik Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan

Baca juga: Kapal Perang Berpeluru Kendali Milik AS Kembali Berlayar Melalui Selat Taiwan

Rudal Sidewinder akan melengkapi jet tempur F-16 Taiwan buatan Amerika. Menurut Politico, penjualan tak dapat diselesaikan sampai Biden resmi memberi tahu Ketua Demokrat dan anggota Partai Republik dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Meskipun prosedurnya mungkin memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan mengingat reses kongres saat ini, anggota parlemen kemungkinan akan menyetujui kesepakatan itu.

Setelah laporan itu muncul, Kedutaan Besar China di AS mengatakan kepada Sputnik mereka akan menuntut agar AS berhenti menjual senjata ke Taiwan karena secara fundamental melanggar prinsip satu China.

"Pihak AS perlu segera menghentikan penjualan senjata dan kontak militer dengan Taiwan, berhenti menciptakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketegangan di Selat Taiwan, dan menindaklanjuti pernyataan pemerintah AS yang tidak mendukung 'kemerdekaan Taiwan,” juru bicara kedutaan Liu Pengyu.

Selain itu, China menuntut agar Amerika Serikat menghentikan kontak militer dengan Taiwan untuk menghindari ketegangan lebih lanjut di wilayah tersebut.

Selain itu, Beijing akan terus mengambil langkah tegas dan kuat untuk secara tegas mempertahankan kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

Sebelumnya pada hari itu, koordinator komunikasi strategis Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan Washington bermaksud terus memberikan bantuan keamanan ke pulau itu.

Situasi di sekitar Taiwan meningkat setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.

China, yang menganggap pulau itu sebagai salah satu provinsinya, mengutuk kunjungan itu, melihat langkah itu sebagai dukungan AS untuk separatisme Taiwan.

Di Washington, kekhawatiran telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir bahwa China sedang bersiap untuk mencaplok Taiwan secara militer.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved