Update Berita Gunung Merapi

Gunung Merapi Luncurkan 1 Kali Awan Panas dan 8 Guguran Lava selama Sepekan Terakhir

Gunung Merapi selama sepekan terakhir teramati meluncurkan 1 kali awan panas dengan jarak luncur 900 meter.

Tribunjogja/Almurfi Syofyan
Seorang warga melintas di lereng gunung Merapi di Desa Balerante, Kemalang, Klaten beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selama sepekan terakhir teramati meluncurkan 1 kali awan panas dengan jarak luncur 900 meter.

Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta sepanjang 30 Desember 2022 hingga 5 Januari 2023.

Gunung setinggi 2.968 mdpl ini juga tercatat mengeluarkan guguran lava sebanyak 8 kali sepanjang periode pengamatan tersebut.

"Guguran lava teramati sebanyak 8 kali ke arah barat daya atau hulu Kali Bebeng dan Kalisat/Putih dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta , Agus Budi Santoso, Minggu (8/1/2023).

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Sabtu 7 Januari 2023 Sore: Ada 9 kali gempa guguran

Terkait pertumbuhan kubah lava, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan baik di kubah barat daya dan kubah tengah.

Volume kubah barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.616.500 m3, sedangkan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 m3.

Dalam Minggu ini, Merapi tercatat mengalami 1 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 589 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 32 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 78 kali gempa Fase Banyak (MP), 229 kali gempa Guguran (RF), dan 4 kali gempa Tektonik (TT).

"Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi masih cukup tinggi," bebernya.

Selama sepekan terakhir juga terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 20 mm/jam selama 280 menit di Pos Babadan pada tanggal 5 Januari 2023.

"Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran dan lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi ," jelasnya.

Baca juga: Update Gunung Merapi Sabtu 7 Januari 2023, Tak Ada Guguran Lava Pijar atau Awan Panas

Dari hasil amatan itu disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

Status aktivitas ditetapkan dalam level 3 atau Siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi ," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved