Perang Rusia Vs Ukraina

Latvia Tangkap Pemimpin Media Sputnik Lithuania, Moskow Protes Keras

Latvia menangkap dan menahan Marat Kasem, pemimpin media Sputniknews Lithuania atas tuduhan spionase dan melanggar sanksi Eropa terhadap Rusia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP PHOTO/ROMAN KOKSAROV
Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, RIGA – Otoritas keamanan Latvia menangkap pemimpin redaksi media Rusia, Sputniknews cabang Lithuania, Marat Kasem.

Marat Kasem ditahan atas perintah pengadilan Latvia atas tuduhan melanggar sanksi Uni Eropa dan melakukan spionase.

Pengacara Kasem, Imma Jansone, belum bisa meninjau materi kasusnya. Sputniknews mengabarkan kejadian ini Kamis (5/1/2023) waktu Riga.

Jansone meminta pengadilan untuk membebaskan jurnalis itu dengan jaminan tetapi hakim memutuskan untuk menahannya. Kasem segera dipindahkan ke penjara pusat Riga.

Kasem adalah warga negara Latvia, meskipun dia telah tinggal di Moskow selama beberapa tahun, bekerja untuk grup media Rossiya Segodnya, yang tergabung dalam Sputnik Lithuania.

Dia kembali ke Latvia karena alasan keluarga sebelum malam Tahun Baru.

Baca juga: Latvia Mencap Rusia Negara Teror,  Moskow Tuduh Riga Tebar Russophobia

Baca juga: Intelijen Inggris Gaet Mantan Menhan Lithuania Jadi Agen Operasi Rahasia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam langkah itu sebagai pelanggaran komitmen internasional Latvia mengenai kebebasan berbicara.

Zakharova menambahkan Moskow akan meminta bantuan organisasi internasional atas penangkapan Kasem.

Berbicara kepada kantor berita RIA Novosti, kepala grup media Rossiya Segodnya, Dmitry Kiselyov, mengatakan penangkapan Kasem tidak masuk akal dan melanggar hukum.

Dia juga menyebut tindakan semacam ini sebagai kecenderungan berbahaya yang memengaruhi seluruh Uni Eropa.

Kiselyov menambahkan Kasem sering berbicara tentang perasaan dianiaya secara politik.

Kasem telah menghadapi penganiayaan di negara-negara Baltik sebelum penangkapannya.

Pada 2019, dia ditahan setibanya di Bandara Vilnius dan diberi label ancaman terhadap keamanan nasional Lithuania.

Dia kemudian dideportasi ke Latvia. Saat itu, terungkap jurnalis tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar hitam orang yang dilarang memasuki Lithuania.

Pada 2018, jurnalis Rusia, pemimpin redaksi Sputnik Latvia, Valentin Rozentsov, ditahan di Bandara Riga.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved