Perang Rusia Vs Ukraina

Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina

Prancis menjanjikan pengiriman tank ringan AMX-10 ke Ukraina. Sedang AS akan memasok kendaraan tempur infantri Bradley.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common
Kendaraan tempur lapis baja infantri Bradley ini banyak digunakan pasukan AS di berbagai medan tempur dunia. Washington menjanjikan pengiriman Bradley ke Ukraina. 

Ironisnya, Prancis terus mengirimkan pengiriman senjata yang semakin berat ke Ukraina. Pasukan Kiev menerima senjata artileri self-propelled Caesar buatan Prancis awal musim panas ini.

Senjata itu diduga digunakan dalam serangan pada Desember di hotel Donetsk yang melukai Dmitry Rogozin, mantan kepala badan antariksa Rusia Roscosmos.

Rusia telah berulang kali memperingatkan barat agar tidak mempersenjatai Kiev, dengan mengatakan hal itu hanya akan memperpanjang perang.

Di Washington, Presiden AS Joe Biden mengkonfirmasi pengiriman kendaraan tempur infanteri Bradley ke Ukraina sedang dibahas secara aktif.

Bahkan ketika Gedung Putih bersikeras mengatakan belum ada keputusan apapun tentang hal itu Biden mengatakan ya menjawab pertanyaan apakah AS akan mengirim ranpur it uke Ukraina.

Bloomberg News menafsirkan jawaban itu sebagai konfirmasi bocoran proposal di meja Biden sebagai kemungkinan bantuan ke Kiev.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby memberikan jawaban yang berbeda tentang masalah tersebut.

“Saya tidak akan mendahului keputusan bantuan keamanan yang belum dibuat, atau apa yang akan kami berikan dalam paket mendatang,” kata Kirby.

Kirby menambahkan, AS bekerja sejajar dengan Ukraina dan mencoba memenuhi kebutuhan dan kemampuan serta persyaratan mereka secara real-time.

Pada hari yang sama Bloomberg mengangkat isu pengiriman ranpur Bradleys, Politico menggambarkan Ukraina berhasil membujuk barat mengirim senjata lebih kuat.

Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov membual pada Oktober, dia telah mengetahui proses politik di Washington dan menerima permintaan Ukraina.

Biden sendiri mengatakan barat berusaha untuk tidak terlibat langsung dalam konflik dengan Rusia.

Namun, pemerintahnya terus meningkatkan pengiriman senjata ke Kiev, meskipun berulang-ulang diperingatkan Moskow.

Pada awal Desember, jenderal top Ukraina Valery Zaluzhny mengatakan kepada Economist ia membutuhkan 300 tank lagi, hingga 700 kendaraan tempur infanteri, dan 500 howitzer.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved