Perang Rusia Vs Ukraina
Inggris Alami Resesi Terpanjang dan Paling Lemah di Negara G7
Inggris menghadapi resesi terpanjang dan pemulihan terlemah di antara negara G7 sepanjang 2023. Resesi bisa mencapai akhir 2024.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Pengumuman itu dibuat pada akhir Februari, tak lama setelah konflik militer antara Rusia dan Ukraina dimulai.
Menurut Kantor Statistik Nasional Inggris, negara yang terkena sanksi adalah pemasok minyak sulingan terbesar di Inggris, menyediakan 24 persen total pasokan negara.
Pada saat yang sama, pangsa impor minyak mentah dari Rusia mencapai 5,9 persen pada tahun 2021.
Data yang dilacak oleh kantor tersebut menunjukkan pada 2022, AS menjadi sumber pasokan LNG terbesar ke Inggris.
Pada 2023, London berencana mengganti LNG Rusia dengan pasokan dari Qatar dan Azerbaijan.
Meski tidak terkait langsung krisis ekonomi Inggris, sebuah penelitian menunjukkan anak usia 16-34 tahun di Inggris lebih sering menyebut masalah kesehatan mental sebagai alasan tidak aktif.
Masalah kesehatan mental membuat penduduk muda Inggris kehilangan pekerjaan pada tingkat rekor, pada saat negara berjuang dengan krisis ekonomi yang memburuk.
Menurut data yang dikumpulkan Kantor Statistik Nasional (ONS), kaum muda usia kerja di negara itu menderita masalah kesehatan jangka panjang yang membuat mereka kehilangan pekerjaan pada tingkat yang semakin mengkhawatirkan.
Laporan ONS menunjukkan ada peningkatan 29 persen pada usia 16-24 tahun yang menyebutkan penyakit jangka panjang sebagai alasan tidak aktif secara ekonomi.
Ada lonjakan 42 persen di antara orang berusia 25-34 tahun yang mengatakan hal yang sama. Data tersebut dilaporkan kuartal kedua 2022, dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi.
Laporan tersebut menunjukkan pekerja termuda menghadapi resesi dan upah yang gagal mengimbangi inflasi dua digit.
Stres terkait pekerjaan terdaftar sebagai pendorong terbesar ketidakaktifan di antara orang berusia 50-54 tahun.
Statistik menunjukkan masalah kesehatan mental secara keseluruhan mencapai sekitar 600.000 orang yang tidak aktif secara ekonomi di semua kelompok umur.
Menurut Louise Murphy, seorang ekonom di Resolution Foundation, kesehatan di kalangan generasi muda Inggris sudah memburuk “cukup dramatis” sebelum pandemi.
Tapi masalahnya menjadi lebih akut sejak itu, katanya.
“Tidak diragukan lagi bahwa Covid telah mempercepat masalah kesehatan mental pada kelompok usia ini,” kata CEO Sane, Marjorie Wallace, seperti dikutip Bloomberg.
“Mereka telah keluar dari sekolah, berpotensi terpapar suasana rumah tangga yang retak di rumah, dan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial,” katanya.(Tribunjogja.com/RussiaToday/Bloomberg/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemandangan-di-London-Inggris.jpg)