Perang Suriah

Turki Setuju Tarik Pasukan dari Suriah

Turki setuju menarik pasukan dari Suriah. Kesepakatan awal menjadi hasil perundingan trilateral Suriah, Turki, Rusia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP
Tentara Turki di dekat perbatasan Suriah-Turki. Ankara bersedia menarik pasukan dari Suriah tapi ada syarat-syarat teknis yang harus diselesaikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Pemerintah Turki dikabarkan setuju untuk menarik pasukan dari wilayah Suriah menyusul pembicaraan trilateral menteri pertahanan Rusia, Suriah dan Turki di Moskow.

Media Suriah melaporkan kabar ini mengutip sumber anonim di Damaskus. Situs Sputniknews juga mengabarkan perkembangan terkini konflik Suriah ini, Minggu (1/1/2023).

Menurut laporan tersebut, Turki setuju untuk menarik pasukan dari wilayah yang mereka duduki di Suriah utara.

Rusia, Turki, dan Suriah juga membahas implementasi perjanjian yang dibuat pada 2020 tentang pembukaan jalan raya M4 yang menghubungkan Aleppo ke Latakia.

Kedua belah pihak dilaporkan menekankan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dilarang di Turki, adalah wakil Israel dan AS, dan menimbulkan bahaya terbesar bagi Suriah dan Turki.

Baca juga: Erdogan Buka Opsi Serangan Darat ke Kubu Kurdi Suriah dan Irak

Baca juga: Turki Tewaskan 8 Petempur Kurdi Penjaga Tawanan ISIS di Kamp Suriah

Baca juga: Balas Aksi Bom Istanbul Turki Bersiap Gempur Kelompok Kurdi Suriah

Pada 15 Desember, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia telah menawarkan gagasan pertemuan trilateral kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertemuan antara para pemimpin Turki, Rusia dan Suriah, yang akan didahului pertemuan para kepala dinas intelijen, pertahanan dan kementerian luar negeri.

Pada 28 Desember, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Menhan Rusia, Suriah, dan Turki mengadakan pembicaraan trilateral di Moskow.

Mereka mendiskusikan cara-cara menyelesaikan krisis Suriah. Pembicaraan itu menandai pertemuan resmi pertama antara Ankara dan Damaskus dalam 11 tahun.

Perang di Suriah telah berlangsung sejak 2011, dengan berbagai kelompok pemberontak bersenjata, termasuk organisasi teroris, memerangi Tentara Suriah dalam upaya menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Assad.

Sejak 2016, angkatan bersenjata Turki juga telah melakukan operasi udara dan darat di Suriah melawan kelompok bersenjata Kurdi.

Moskow dan Ankara telah bertindak sebagai mediator dalam konflik dalam berbagai kerangka kerja, seperti kelompok mediasi di Astana yang diluncurkan bersama dengan Iran pada 2017 atau Kongres dialog nasional Suriah yang diselenggarakan di kota Sochi, Rusia pada 2018.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menjelaskan, penarikan pasukan Turki dari Suriah memerlukan langkah-langkah dalam proses politik.

"Langkah-langkah harus diambil dalam proses politik agar pasukan kita pergi. Jika ada kekosongan, organisasi teroris tidak boleh mengisinya," kata Cavusoglu.

Pertemuan selanjutnya di antara para Menlu Turki dan Suriah akan dilangsungkan pada paruh kedua Januari, kemungkinan di negara ketiga.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved