Konflik Turki Kurdi
Turki Tewaskan 8 Petempur Kurdi Penjaga Tawanan ISIS di Kamp Suriah
Serangan udara Turki dilaporkan menewaskan 8 petempur Kurdi yang menjaga Kamp Al Howl yang dihuni militan ISIS dan keluarganya di Suriah.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Delapan gerilyawan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) tewas dalam serangan udara Turki di kamp Al-Hol di Provinsi Al Hasakah di timur laut Suriah.
Pada Rabu, agen berita Kurdi ANHA melaporkan angkatan udara Turki menyerang sebuah kamp penjaga penjara di wilayah al-Hol.
Beberapa petempur kelompok teroris Negara Islam (ISIS) yang ditahan di penjara yang diawasi petempur Kurdi, melarikan diri.
“Pada 23 November, negara pendudukan Turki melancarkan serangan dengan pesawat tempur dan UAV, menargetkan pasukan keamanan kamp al-Hol dan penjara 'Jerkin' di Qamishli,” kata SDF dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Jet-jet Tempur Turki Gempur Desa-desa Kurdi di Suriah Utara
Baca juga: Menhan Turki Klaim Serangan Hancurkan Basis Militan Partai Pekerja Kurdi
Baca juga: Kelompok Pejuang Kurdistan di Suriah Balas Serangan Udara Turki
“Kamp itu digunakan untuk menahan militan dan keluarga teroris ISIS. Delapan pejuang kami tewas. menjadi martir saat bertugas," lanjut siaran pers SDF.
Menurut PBB, lebih dari 55.000 anggota keluarga militan ISIS, terutama wanita dan anak-anak, tinggal di kamp tersebut.
Pada Minggu, Ankara melakukan operasi udara terhadap pangkalan militan Unit Pertahanan Rakyat (YPG) dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang dilarang di Turki, di Suriah utara dan Irak.
Serangan itu digelar menyusul aksi peledakan bom di Istanbul hampir dua pekan lalu. Ledakan itu menewaskan enam orang, puluhan lainnya terluka.
Pemerintah Turki menyalahkan kelompok Partai Pekerja Kurdistan dan sayap militernya di Suriah dan Irak.
Sejumlah warga etnis Kurdi telah ditangkap. Mereka disangka berkomplot melakukan aksi pengeboman di Istanbul.
Kementerian Pertahanan Turki mengklaim telah menghancurkan 89 target kelompok Kurdi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut operasi itu sukses. Ia membuka opsi serangan darat jika diperlukan.
Laporan lain memperlihatkan jumlah korban serangan Turki jauh lebih banyak, tidak hanya di Kamp Al-Howl.
Serangan udara juga menargetkan posisi SDF dan pasukan pemerintah Suriah serta sejumlah fasilitas minyak, gas, dan listrik.
Serangan menewaskan tak hanya petempur Kurdi, tapi juga melukai dua tentara Arab Suriah dan tujuh warga sipil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kurdish-peoples-protection-unit-ypg.jpg)