Kelompok Pejuang Kurdistan di Suriah Balas Serangan Udara Turki
Kelompok perlawanan Kurdi di Suriah membalas serangan Turki. Mereka menembaki pos-pos militer Turki di Suriah utara hingga melintasi perbatasan.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Story Highlights
- Bom meledak di jalanan padat wisatawan di Istanbul Turki pada 13 November 2022, menewaskan 6 orang
- Turki menuduh pelakunya kelompok Kurdi, dan menangkapi sejumlah tersangka pelaku yang berasal dari Suriah
- Kelompok Kurdi di Suriah membantah terlibat serangan ini, dan menuduh balik intelijen Turki sebagai pelakunya
- Presiden Turki Tayyip Erdogan memerintahkan serangan balasan pada 20 November 2022 lewat serangan udara ke Suriah utara dan Irak utara
TRIBUNJOGJA.COM, ANKARA – Kelompok Kurdi di Suriah membalas serangan udara Turki yang menghancurkan basis-basis Partai Pekerja Kurdistan dan unit-unit perlawanannya.
Serangan balasan dilangsungkan 20 November sore, lewat tembakan artileri menargetkan beberapa pangkalan militer dan pasukan keamanan Turki di wilayah utara Suriah.
Roket dan peluru artileri, yang dilaporkan ditembakkan dari sebidang tanah di pedesaan Aleppo utara yang dikuasai bersama oleh Tentara Arab Suriah (SAA) dan Pasukan Demokrat Suriah (SDF).
Serangan itu menghantam tiga pangkalan di dekat kota Kaljibrin, Dabiq dan Bab al-Salamah melintasi perbatasan dengan Turki.
Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan delapan personel keamanan, termasuk enam petugas, terluka akibat serangan di pangkalan Bab al-Salamah.
Baca juga: Turki Tangkapi Orang-orang Kurdi Diduga Komplotan Bom Istanbul
Baca juga: Menhan Turki Klaim Serangan Hancurkan Basis Militan Partai Pekerja Kurdi
Serangan itu kemungkinan besar dilakukan oleh SDF sebagai tanggapan atas serangkaian serangan udara Turki yang menghantam wilayahnya di Suriah utara pada dini hari 20 November 2022.
Serangan udara itu menewaskan lebih dari 30 orang, termasuk beberapa tentara Suriah di wilayah itu.
Serangan udara itu adalah bagian dari operasi terbatas Turki yang juga menargetkan posisi Partai Pekerja Kurdistan (SDF) di Irak utara.
Operasi tersebut, dengan nama sandi Claw-Sword, diluncurkan sebagai tanggapan atas pemboman Istanbul 13 November yang dituduhkan pada PKK dan komponen inti SDF, Unit Perlindungan Rakyat.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah serangan udara mematikan itu, SDF berjanji untuk merespons dengan cara yang “kuat dan efektif” pada “waktu dan tempat yang tepat”.
Militer Turki telah menanggapi serangan di pangkalannya di Suriah utara dengan menembaki beberapa kota dan desa yang dikuasai oleh SAA dan SDF di pedesaan Aleppo utara.
Sejauh ini tidak ada korban jiwa atau kerugian material yang dilaporkan.
Serangan di pangkalan Kaljibrin, Dabiq dan Bab al-Salamah kemungkinan akan memprovokasi Turki, yang mungkin merespons dengan serangkaian serangan udara baru di wilayah SDF di Suriah utara.
Menyusul pengeboman udara oleh milter Turki, korban jiwa dilaporkan mencapai 31 orang, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasukan-kurdi.jpg)