Kelompok Pejuang Kurdistan di Suriah Balas Serangan Udara Turki

Kelompok perlawanan Kurdi di Suriah membalas serangan Turki. Mereka menembaki pos-pos militer Turki di Suriah utara hingga melintasi perbatasan.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
SputnikNews
Para petempur Kurdi dari kelompok YPG bersiaga di wilayah Suriah utara. Turki menduduki sebagian wilayah utara Suriah yang mayoritas dihuni warga etnis Kurdistan. 

SOHR yang berbasis di London mengatakan bahwa korban termasuk 18 personel SDF dan 12 tentara Tentara Arab Suriah.

Reporter Kantor Berita Hawar, Essam Abdullah, juga termasuk di antara para korban.

Kementerian Pertahanan Suriah mengkonfirmasi sejumlah anggota layanan tewas dalam serangan udara, tanpa memberikan rincian apapun.

SDF mengklaim hanya satu pejuangnya yang tewas, sementara Pasukan Pembebasan Afrin, yang berafiliasi dengan kelompok yang dipimpin Kurdi, mengakui lima pejuangnya kehilangan nyawa.

Kerugian tidak terbatas pada korban jiwa. SOHR merilis beberapa foto yang menunjukkan beberapa kerusakan material berat yang disebabkan oleh serangan udara Turki di Suriah utara.

SDF telah berjanji untuk menanggapi serangan udara Turki yang mematikan dengan cara yang “kuat dan efektif” pada “waktu dan tempat yang tepat”.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu menuduh Ankara merencanakan pemboman di Istanbul untuk menggunakannya sebagai dalih untuk operasi baru di Suriah utara.

Militer Turki dan proksinya di Suriah utara telah bersiap untuk meluncurkan operasi baru melawan SDF selama beberapa bulan.

Namun, Ankara tampaknya tidak tertarik dengan eskalasi seperti itu, setidaknya untuk saat ini.

Serangan udara kemungkinan dilakukan untuk mencegah dan mengintimidasi SDF daripada operasi darat yang mahal yang akan ditentang oleh Rusia dan AS dan dapat menyebabkan konfrontasi dengan pemerintah Suriah.(Tribunjogja.com/Southfront/xna)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved