Konfik Rusia Vs Ukraina
Israel Cemas Rusia-Iran Produksi Bersama Drone di Pabrik Rusia
Israel cemas menyusul laporan kesepakatan rahasia Rusia-Iran yang akan memproduksi drone secara bersama-sama di pabrik Rusia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, YERUSALEM - Media Israel mengungkapkan dalam sebuah laporan Rusia dan Iran akan Bersama-sama memproduksi pesawat nirawak atau drone di tanah Rusia.
Perkembangan ini menimbulkan kecemasan baru bagi Israel, dan intelijen militer Israel menyatakan prihatin atas kerja sama militer dan keamanan Rusia-Iran.
Laporan yang dibuat oleh badan intelijen, kata media Channel 13 Israel, Minggu (11/12/2022), menguak perjanjian bilateral Rusia-Iran untuk memproduksi ratusan UAV militer di Moskow.
Sebaliknya, Rusia akan mengekspor sistem pertahanan udara canggih ke Iran.
“Apa yang menjadi perhatian Israel bukan hanya kemampuan untuk memproduksi drone secara massal, dampak dari langkah seperti itu bisa jadi sulit bagi Israel,” kata komentator urusan luar negeri Channel 13 Israel, Nadav Eyal.
“Yang juga menjadi perhatian adalah bahwa pengangkutan sistem pertahanan udara canggih Rusia (ke Iran) akan mempersulit angkatan udara Israel untuk menargetkan lokasi di tanah Iran,” tambahnya.
Iran telah menghadapi tuduhan telah memasok senjata ke Rusia tanpa bukti yang berkelanjutan.
Baca juga: Adu Kecanggihan Drone di Perang Rusia Ukraina, Kremlin Pakai Shahed-136, Ukraina Pakai Bayraktar TB2
Baca juga: 16 Senator AS Tekan Pemerintahan Joe Biden Kirim Drone Tempur Grey Egale ke Ukraina
Baca juga: Rusia Beber Bukti Ukraina dan Inggris di Balik Serangan Drone ke Sevastopol
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melangkah lebih jauh dengan mengklaim Rusia mengerahkan hampir 2.500 drone serang yang dibeli dari Iran, yaitu UAV Shahed-136 Iran.
Tuduhan Ukraina memprovolasi kekuatan barat yang juga mengadopsi klaim ini. Sekarang Amerika Serikat menggunakan tuduhan tersebut sebagai kartu melawan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengakui Teheran mengirimkan sejumlah kecil drone ke Rusia, tetapi itu sebelum perang Ukraina pecah.
Sementara itu, mantan pejabat kementerian luar negeri Israel Yaki Dayan mengatakan kepada saluran televisi itu, koalisi Rusia-Iran buruk bagi kita di semua tingkatan.
Menurutnya paling krusial adalah jika Rusia mengirimkan jet tempur ke Iran.
“Tidak ada keraguan Rusia memasok Iran dengan sistem pertahanan udara S-400 akan menjadi masalah bagi Israel,” kata Dayan.
"Kita harus menyebutkan ada level lain, yaitu kemampuan nuklir Iran yang berkembang dan kurangnya kesepakatan dengannya," katanya.
Kanal televisi Israel 24 News juga melaporkan, Rusia mencapai kesepakatan rahasia dengan Iran terkait produksi ratusan UAV Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Drone-Militer-Iran.jpg)