Perang Rusia Ukraina
16 Senator AS Tekan Pemerintahan Joe Biden Kirim Drone Tempur Grey Egale ke Ukraina
Sebanyak 16 senator AS mendesak pemerintahan Joe Biden mengirimkan drone militer Grey Eagle ke Ukraina.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Sekelompok senator terdiri 16 senator AS meminta pemerintahan Joe Biden mempertimbangkan kembali permintaan Ukraina untuk drone Gray Eagle.
Pesawat nirawak ini termasuk skuad penyerang yang sangat mematikan. Bisa terbang di ketinggian 29.000 kaki (8.800 meter) dan daya tahan terbang bisa sampai 24 jam.
Pemerintahan Biden sejauh ini menolak permintaan untuk drone Gray Eagle, yang telah lama diminta Ukraina untuk melawan Rusia.
Dikutip dari Aljazeera, Rabu (23/11/2022), Gedung Putih menilai drone tempur itu di Ukraina dapat ditembak jatuh, dan bisa mengobarkan konflik kawasan.
Baca juga: Rusia Beber Bukti Ukraina dan Inggris di Balik Serangan Drone ke Sevastopol
Baca juga: Adu Kecanggihan Drone di Perang Rusia Ukraina, Kremlin Pakai Shahed-136, Ukraina Pakai Bayraktar TB2
Ketika Rusia semakin beralih ke apa yang disebut drone kamikaze dan menyerang infrastruktur sipil, Ukraina meminta AS untuk memasoknya dengan drone yang kuat.
Dalam surat mereka, para senator memberi batas waktu ke Menteri Pertahanan Lloyd Austin hingga 30 November agar menjelaskan mengapa Pentagon percaya pesawat tak berawak itu tidak pantas untuk pertempuran di Ukraina.
Sebelumnya pada Selasa, seorang gubernur yang diangkat Rusia di Krimea, Mikhail Razvozhaev, mengumumkan penembakan jatuh dua pesawat tak berawak di kota Sevastopol.
“Pasukan pertahanan udara kami sedang bekerja sekarang,” katanya di media sosial.
“Ada serangan drone. Menurut informasi awal, dua UAV (kendaraan udara tanpa awak) telah ditembak jatuh. Semua pasukan dan layanan dalam keadaan siaga,” katanya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta bantuan lebih banyak ke barat pada Selasa, menyalahkan Rusia karena menggunakan suhu musim dingin sebagai senjata pemusnah massal.
"Kremlin ingin mengubah dinginnya musim dingin ini menjadi senjata pemusnah massal," kata Presiden Ukraina itu lewat pesan video.
Untuk melewati musim dingin Ukraina selama konflik, Zelenskyy mendesak Asosiasi Wali Kota Prancis untuk mengirim generator guna mendukung layanan darurat dan petugas medis Ukraina.
Setengah dari infrastruktur energi Ukraina menurut Zelensky, telah dirusak oleh serangan Rusia, menyebabkan jutaan orang tanpa listrik dan air saat musim dingin tiba.
Meningkatnya konsumsi daya selama bulan-bulan dingin telah menyebabkan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengumumkan situasi darurat.
Sergey Kovalenko, kepala penyedia energi swasta YASNO untuk Kyiv, mengatakan para pekerja bergegas menyelesaikan perbaikan sebelum musim dingin tiba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Drone-Grey-Eagle-AS.jpg)