Kisah Inspiratif
Warga Kulon Progo Raup Pundi-pundi Rupiah dari Hasil Olahan Ikan Krispi Red Devil
Ikan red devil biasanya dibenci karena merusak ekosistem di air. Pasalnya, ikan tersebut kerap kali memangsa
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ikan red devil biasanya dibenci karena merusak ekosistem di air.
Pasalnya, ikan tersebut kerap kali memangsa ikan lainnya.
Namun, bagi warga di Dusun Soka, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo justru meraup pundi-pundi rupiah dari olahan ikan predator tersebut.
Dia adalah Karsin.
Baca juga: KAI Daop 6 Siapkan 9 Kereta Api Tambahan Pada Masa Angkutan Libur Nataru 2022/2023
Pemilik olahan ikan krispi mina rasa merintis usaha pengolahan ikan red devil sejak 2006 lalu.
Bermula saat dirinya melihat banyaknya bahan baku ikan di wilayahnya.
Ikan berjenis red devil melimpah di Waduk Sermo.
Kebetulan lokasi penangkapan ikan juga cukup dekat dengan rumahnya.
Tak jarang, jika ikan pemangsa itu ikut diburu oleh para pemancing.
Singkat cerita, hasil tangkapan ikan predator dari Waduk Sermo kemudian dikonsumsi secara pribadi.
Biasanya, untuk lauk ketika makan.
Saat itu, karena tidak habis, ikan red devil lalu digoreng ulang olehnya.
Kemudian, dititipkan ke warung-warung sekitar rumahnya.
Tak disangka, olahan ikannya ternyata cukup diminati masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Proses-produksi-olahan-ikan-krispi-red-devil-di-Dusun-Soka.jpg)