Politik Internasional

Ulasan Pakar Geopolitik, Militer Jerman Bersiap Hadapi Perang Lawan Rusia

Militer Jerman (Bundewswehr) mereformasi doktrin dan kekuatan militernya dari pasif menjadi bakal agresif menghadapi potensi perang di front timur.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr.de
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

Sementara Uni Soviet mempertahankan kontingen militer besar-besaran di Jerman Timur selama Perang Dingin (Pertama), termasuk senjata nuklir (termo), Federasi Rusia modern hampir tidak memiliki unit konvensional yang dapat membahayakan tempat mana pun di Jerman.

Satu-satunya pengecualian untuk ini adalah rudal hipersonik Iskander yang berbasis di Kaliningrad, wilayah paling barat Rusia. Tetapi senjata ini terutama melayani tujuan pencegahan asimetris terhadap kemungkinan serangan NATO.

Dengan demikian, peningkatan besar-besaran dalam pengeluaran dan pengadaan militer tidak dapat dibenarkan.

Selain itu, Jerman juga memiliki tanggung jawab sejarah yang tak tertandingi untuk menjaga perdamaian dengan Rusia.

Selama Perang Dunia Kedua, Jerman melancarkan invasi ke Soviet yang menewaskan hampir 30 juta orang.

Terlebih lagi, terlepas dari dekade denazifikasi setelah kekalahannya, Jerman masih memutuskan untuk mendukung pemerintahan di Kiev yang melindungi neo-Nazi.

Jerman secara efektif meninggalkan posisi politik resminya sendiri pascaperang. Ini juga termasuk pasokan senjata dan amunisi ke pasukan rezim Kiev.(Tribunjogja.com/Southfront/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved