Politik Internasional
Ulasan Pakar Geopolitik, Militer Jerman Bersiap Hadapi Perang Lawan Rusia
Militer Jerman (Bundewswehr) mereformasi doktrin dan kekuatan militernya dari pasif menjadi bakal agresif menghadapi potensi perang di front timur.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Menurut Jenderal Zorn, serangan ke Jerman berpotensi terjadi tanpa peringatan dan dapat menyebabkan kerusakan serius, bahkan eksistensial.
Oleh karena itu, kemampuan pertahanan Bundeswehr sangat penting untuk kelangsungan hidup negara.
Megareformasi Militer Jerman
Kepala Staf Pertahanan Jerman menekankan perlunya mega-reformasi Bundeswehr. Ia menambahkan selama kurang lebih 30 tahun, fokus misi luar negeri tak lagi relevan.
Sebaliknya, Jenderal Zorn berpikir itu harus menjadi pertahanan Aliansi Atlantik, dengan kemampuan untuk memberikan pencegahan yang terlihat dan kredibel, untuk mendominasi rencana aksi militer Jerman.
Dalam hal ini, khususnya, Bundeswehr harus mempersenjatai diri untuk persiapan perang, karena potensi konfrontasi di sisi timur NATO sekali lagi menjadi lebih mungkin.
Zorn lebih lanjut menyatakan Jerman harus memainkan peran perintis di Eropa dan memperkuat Bundeswehr.
Jenderal itu berpikir pasukan yang sangat terlatih siap untuk operasi, terbiasa dengan skenario perang intensitas tinggi adalah tulang punggung pencegahan.
Oleh karena itu, menurutnya, Bundeswehr harus mampu mempertahankan pemeliharaan unit operasional dan siap tempur besar yang tersedia untuk NATO setiap saat.
Dalam catatan penutup di dokumen itu, Jenderal Zorn mengklaim perang di Eropa adalah kenyataan, dan Jerman harus siap untuk kemungkinan seperti itu.
“Bundeswehr harus mengerahkan pasukan reaktif dan agresif dan mungkin tidak dapat menunggu dukungan dari Angkatan Darat AS,” katanya.
Selain itu, Zorn berpikir baik Uni Eropa maupun NATO tidak mampu merencanakan dan memulai tanggapan terhadap serangan di sisi timur setelah itu terjadi.
Tindakan tertentu untuk mengubah situasi sudah diambil. Bundeswehr sedang mempersiapkan pembentukan divisi militer baru pada 2024.
Dalam sebuah wawancara dengan Der Spiegel, seorang jenderal Bundeswehr menyatakan jika Jerman memperkuat Angkatan Bersenjatanya, tidak ada tentara yang akan bergerak di Eropa.
Meskipun cukup jelas mempertahankan dan memodernisasi angkatan bersenjatanya adalah kebutuhan dasar negara mana pun, rencana baru militer Jerman hampir tidak dapat digambarkan sebagai pertahanan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tank-Leopard-Bundeswehr.jpg)