Erdogan Buka Opsi Serangan Darat ke Kubu Kurdi Suriah dan Irak

Presiden Turki Tayyip Erdogan membuka opsi serangan darat ke kubu pejuang Kurdi Suriah maupun Irak, melanjutkan serangan udara pasukan Turki.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato setelah memimpin rapat kabinet di Ankara 14 Juli 2020. 

Rekaman video infra merah yang beredar menunjukkan ledakan demi ledakan menghantam bangunan yang ditargetkan militer Turki.

Turki dan AS sama-sama menganggap PKK sebagai kelompok teroris, tetapi tidak setuju status kelompok Kurdi Suriah yang telah bersekutu dengan Washington dalam perang melawan ISIS.

Sementara Ankara tidak memberikan rincian pasti dari operasi semalam, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan serangan udara Turki menghantam Kobane (Ayn al-Arab) di timur laut Suriah.

“Kobane, kota yang mengalahkan ISIS, menjadi sasaran pemboman oleh pesawat pendudukan Turki,” tweeted Farhad Shami, kepala pusat media SDF.

Juru bicara SDF kemudian mengatakan dua desa yang dihuni oleh orang-orang telantar secara internal (IDP) di Suriah utara telah terkena tembakan.

“Pesawat pendudukan Turki menembaki desa al-Beilonya yang berpenduduk padat dengan pengungsi Afrin yang dipindahkan secara paksa dari Afrin pada 2018,” katanya.

“Selain desa Dahir al-Arab, yang dihuni oleh pengungsi Ras al-Ain yang juga mengungsi secara paksa oleh pendudukan Turki sejak 2019,” tambahnya.

Serangan udara telah mengakibatkan kematian dan cedera, katanya, tanpa merinci jumlah korban.

Kepala SDF, Mazloum Abdi, menulis di Twitter serangan itu mengancam seluruh wilayah dan meminta orang-orang di daerah yang ditargetkan untuk tetap di rumah mereka dan menunggu instruksi dari pasukan keamanan.(Tribunjogja.com/Aljazeera/Southfront/xna)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved