Erdogan Buka Opsi Serangan Darat ke Kubu Kurdi Suriah dan Irak

Presiden Turki Tayyip Erdogan membuka opsi serangan darat ke kubu pejuang Kurdi Suriah maupun Irak, melanjutkan serangan udara pasukan Turki.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato setelah memimpin rapat kabinet di Ankara 14 Juli 2020. 

Lavrentyev mengatakan Turki belum memberi tahu Rusia sebelumnya tentang operasi udara di Suriah dan Irak; masalah itu akan dibahas dalam pertemuan tentang Suriah di Astana.

"Kami berharap dapat meyakinkan mitra Turki kami untuk menahan diri dari menggunakan kekuatan berlebihan di wilayah Suriah," kata utusan khusus Rusia itu.

Klaim Militer Turki

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengklaim serangan udara di Suriah utara dan Irak, Minggu (20/11/2022), menghancurkan pangkalan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

"Tempat persembunyian teroris, bunker, gua, terowongan, dan gudang berhasil dihancurkan. Apa yang disebut markas besar organisasi teroris juga dihantam dengan presisi tinggi," kata Akar dalam pidato yang disiarkan televisi.

Kementerian Pertahanan Turki sebelumnya mengatakan operasi udara terhadap PKK dan sayap militernya YPG, yang juga dicap sebagai organisasi teroris di Turki, sedang berlangsung di Suriah utara dan Irak utara.

“Turki selalu meminta pertanggungjawaban mereka yang mengancam keamanannya,” kata Akar seraya berjanji Ankara akan terus melakukan ini.

Farhad Shami, Kepala Media Center Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, mengatakan pesawat Turki menyerang kota Kobane di Suriah utara, yang dikendalikan SDF.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan ada kecurigaan perintah untuk serangan teroris yang terjadi di Istanbul pekan lalu datang dari kota perbatasan Kobane.

Ledakan menghantam pusat wisata pejalan kaki Istiklal di Istanbul, yang mengakibatkan enam orang tewas dan 81 lainnya luka-luka.

Tersangka yang ditahan mengaku memiliki hubungan dengan PKK. PKK mengatakan mereka tidak terlibat dalam ledakan itu.

Basis Kelompok Bersenjata Kurdi

Jet-jet tempur Turki yang dikirimkan telah menggempur basis kelompok Kurdi yang mereka tuduh terlibat aksi bom di Istanbul seminggu lalu.

Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan peluncuran serangan itu dalam sebuah pernyataan di Twitter pada Minggu selepas malam.

“Saatnya pembalasan telah tiba,” cuit akun Kementerian Pertahanan Turki disertai foto jet militer lepas landas pada operasi malam hari.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved