Erdogan Buka Opsi Serangan Darat ke Kubu Kurdi Suriah dan Irak
Presiden Turki Tayyip Erdogan membuka opsi serangan darat ke kubu pejuang Kurdi Suriah maupun Irak, melanjutkan serangan udara pasukan Turki.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengisyaratkan kemungkinan serangan darat di Suriah utara dan Irak guna memukul basis kelompok Kurdi.
Pasukan Ankara telah melancarkan serangan udara lintas perbatasan Suriah dan Irak, menyasar basis-basis kelompok pejuang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) beberapa hari lalu.
Berbicara kepada wartawan Selasa (22/11/2022), dalam penerbangan pulang dari Qatar setelah menghadiri pembukaan Piala Dunia 2022, Erdogan mengatakan kampanye militer Turki tak terbatas operasi udara.
“Otoritas yang kompeten, kementerian pertahanan dan kepala staf kami akan bersama-sama memutuskan tingkat kekuatan yang harus digunakan oleh pasukan darat kami,” katanya.
Baca juga: Presiden Turki Tayyip Erdogan : Ledakan Bom di Istanbul Serangan Berbahaya
Baca juga: Turki Tangkapi Orang-orang Kurdi Diduga Komplotan Bom Istanbul
Baca juga: Turki Tolak Ucapan Duka dari AS Terkait Bom Istanbul
"Kami akan membuat mereka yang mengganggu kami di wilayah kami membayar," lanjutnya. Erdogan hendak berangkat ke KTT G20 Bali ketika bom meledak di Istanbul pada 13 November 2022.
Bom yang menewaskan enam orang itu diyakini pelakunya warga Kurdi yang selama berpuluh tahun memerangi pemerintah Turki.
Seorang perempuan Kurdi Suriah ditangkap sesaat setelah pengeboman. Lusinan orang lainnya juga ditahan.
Turki lantas menggelar Operasi Claw Sword, diluncurkan pada Minggu (20/11/2022), seminggu setelah ledakan bom di Istiklal Avenue Istanbul menewaskan enam orang dan melukai 81 orang.
Ankara menyalahkan Kelompok Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang dan kelompok-kelompok Kurdi Suriah, meskipun para pejuang Kurdi membantah terlibat.
Kementerian Pertahanan Turki mengatakan Claw Sword – yang juga termasuk senjata yang ditembakkan dari darat – menewaskan 184 pejuang dan menghancurkan 89 target termasuk tempat perlindungan, bunker, gua, dan terowongan.
Kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah Turki melaporkan tembakan roket dari wilayah Suriah, dengan dua orang dilaporkan tewas pada Senin ketika proyektil menghantam distrik perbatasan Turki, Karkamis.
AS, yang sebagian besar mengandalkan pasukan milisi Kurdi untuk mengalahkan kelompok ISIL (ISIS) di Suriah, menyerukan peredaan ketegangan.
Moskow juga meminta Turki untuk menahan diri sehubungan dengan serangan di wilayah Suriah. “Ketegangan tidak dapat dibiarkan meningkat,” kata utusan khusus Presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentyev.
"Kami akan meminta rekan-rekan Turki kami untuk menahan diri untuk mencegah eskalasi ketegangan, tidak hanya di wilayah utara dan timur laut Suriah, tetapi di seluruh wilayah," kata Lavrentyev di Astana.
Dia mengatakan kerja dengan semua pihak yang berkepentingan harus dilanjutkan, dan upaya harus dilakukan untuk menemukan solusi damai untuk masalah Kurdi.
Lavrentyev mengatakan Turki belum memberi tahu Rusia sebelumnya tentang operasi udara di Suriah dan Irak; masalah itu akan dibahas dalam pertemuan tentang Suriah di Astana.
"Kami berharap dapat meyakinkan mitra Turki kami untuk menahan diri dari menggunakan kekuatan berlebihan di wilayah Suriah," kata utusan khusus Rusia itu.
Klaim Militer Turki
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengklaim serangan udara di Suriah utara dan Irak, Minggu (20/11/2022), menghancurkan pangkalan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
"Tempat persembunyian teroris, bunker, gua, terowongan, dan gudang berhasil dihancurkan. Apa yang disebut markas besar organisasi teroris juga dihantam dengan presisi tinggi," kata Akar dalam pidato yang disiarkan televisi.
Kementerian Pertahanan Turki sebelumnya mengatakan operasi udara terhadap PKK dan sayap militernya YPG, yang juga dicap sebagai organisasi teroris di Turki, sedang berlangsung di Suriah utara dan Irak utara.
“Turki selalu meminta pertanggungjawaban mereka yang mengancam keamanannya,” kata Akar seraya berjanji Ankara akan terus melakukan ini.
Farhad Shami, Kepala Media Center Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, mengatakan pesawat Turki menyerang kota Kobane di Suriah utara, yang dikendalikan SDF.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan ada kecurigaan perintah untuk serangan teroris yang terjadi di Istanbul pekan lalu datang dari kota perbatasan Kobane.
Ledakan menghantam pusat wisata pejalan kaki Istiklal di Istanbul, yang mengakibatkan enam orang tewas dan 81 lainnya luka-luka.
Tersangka yang ditahan mengaku memiliki hubungan dengan PKK. PKK mengatakan mereka tidak terlibat dalam ledakan itu.
Basis Kelompok Bersenjata Kurdi
Jet-jet tempur Turki yang dikirimkan telah menggempur basis kelompok Kurdi yang mereka tuduh terlibat aksi bom di Istanbul seminggu lalu.
Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan peluncuran serangan itu dalam sebuah pernyataan di Twitter pada Minggu selepas malam.
“Saatnya pembalasan telah tiba,” cuit akun Kementerian Pertahanan Turki disertai foto jet militer lepas landas pada operasi malam hari.
Rekaman video infra merah yang beredar menunjukkan ledakan demi ledakan menghantam bangunan yang ditargetkan militer Turki.
Turki dan AS sama-sama menganggap PKK sebagai kelompok teroris, tetapi tidak setuju status kelompok Kurdi Suriah yang telah bersekutu dengan Washington dalam perang melawan ISIS.
Sementara Ankara tidak memberikan rincian pasti dari operasi semalam, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan serangan udara Turki menghantam Kobane (Ayn al-Arab) di timur laut Suriah.
“Kobane, kota yang mengalahkan ISIS, menjadi sasaran pemboman oleh pesawat pendudukan Turki,” tweeted Farhad Shami, kepala pusat media SDF.
Juru bicara SDF kemudian mengatakan dua desa yang dihuni oleh orang-orang telantar secara internal (IDP) di Suriah utara telah terkena tembakan.
“Pesawat pendudukan Turki menembaki desa al-Beilonya yang berpenduduk padat dengan pengungsi Afrin yang dipindahkan secara paksa dari Afrin pada 2018,” katanya.
“Selain desa Dahir al-Arab, yang dihuni oleh pengungsi Ras al-Ain yang juga mengungsi secara paksa oleh pendudukan Turki sejak 2019,” tambahnya.
Serangan udara telah mengakibatkan kematian dan cedera, katanya, tanpa merinci jumlah korban.
Kepala SDF, Mazloum Abdi, menulis di Twitter serangan itu mengancam seluruh wilayah dan meminta orang-orang di daerah yang ditargetkan untuk tetap di rumah mereka dan menunggu instruksi dari pasukan keamanan.(Tribunjogja.com/Aljazeera/Southfront/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/presiden-turki-recep-tayyip-erdogan-2020.jpg)