Presiden Turki Tayyip Erdogan : Ledakan Bom di Istanbul Serangan Berbahaya
Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan ledakan di Istanbul Minggu sore serangan bom dan berbahaya. Pelakunya akan dihukum berat.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan di Jalan Istiklal Istanbul disebabkan serangan bom. Enam orang tewas dalam peristiwa ini.
Berbicara sebelum berangkat menuju Pulau Bali dalam rangka menghadiri KTT G-20 di Indonesia, Erdogan mengatakan ledakan itu serangan berbahaya dan pelakunya akan dihukum.
Ia menerima informasi terbaru dari Gubernur Istanbul, ada 53 orang lainnya terluka ringan hingga berat. Erdogan belum menyebut siapa pelaku serangan ini.
Baca juga: BREAKING NEWS : Ledakan di Pusat Keramaian Istanbul Tewaskan Empat Orang
Kabar sebelumnya, ledakan mengguncang Jalan Istiklal Avenue yang populer di Istanbul, Turki. Data awal korban tewas ada empat orang dan luka-luka 38 orang.
Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengumumkan jumlah korban tewas di Twitter dan mengatakan ledakan itu terjadi sekitar pukul 16.20 (13.20 GMT), Minggu (13/11/2022).
Penyebab ledakan belum diketahui. Sebuah video yang diposting online menunjukkan api meletus dan ledakan keras, ketika pejalan kaki berbalik dan melarikan diri.
Rekaman lain menunjukkan ambulans, truk pemadam kebakaran dan polisi di tempat kejadian. Pengguna media sosial mengatakan toko-toko tutup dan jalan ditutup.
Jalan ini merupakan jalan raya ramai yang populer di kalangan turis dan penduduk lokal, dengan deretan toko dan restoran.
Bulan Sabit Merah Turki mengatakan sedang mengirimkan kebutuhan darah ke rumah sakit terdekat.
Regulator RTUK Turki memberlakukan larangan siaran pada liputan ledakan sekitar satu jam setelah itu terjadi.
"Belasungkawa saya kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam ledakan di Istiklal Avenue," kata Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu di Twitter.
Turki dilanda serangkaian pemboman mematikan antara 2015 dan 2017 oleh ISIL (ISIS) dan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.
Sinem Koseoglu dari Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul, mengatakan ledakan itu mengejutkan karena belum ada peringatan baru-baru ini atas serangan di kota itu.
"Tetapi langkah-langkah keamanan tetap tinggi di daerah itu," katanya.
Murat Aslan, seorang analis keamanan, mengatakan kepada Al Jazeera tempat ledakan itu terjadi di daerah yang sangat ramai dengan keamanan yang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/presiden-turki-recep-tayyip-erdogan-2020.jpg)