Berita Kulon Progo Hari Ini
Kulon Progo Jadi Daerah untuk Penelitian Deteksi Dini Kanker Serviks
Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah untuk penelitian deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran,
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah untuk penelitian deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran, kesehatan masyarakat dan keperawatan (FK-KMK) dari UGM, UMY dan Universitas Hannover Jerman.
Perwakilan tim peneliti dari UGM, Supriyatiningsih mengatakan, penelitian didasari dari kasus kanker serviks yang sering dialami oleh wanita di Indonesia.
Terlebih, kanker serviks masih menjadi masalah besar.
Baca juga: Gelombang PHK Mengancam Startup, Ini Kata Ekonom UAJY
Sehingga, adanya peluang teknologi baru bisa memberikan perbaikan pada sistem pelayanan kesehatan yang dapat diimplementasikan terutama di Indonesia.
Adapun, penelitian deteksi kanker serviks di Kulon Progo dengan melibatkan seluruh puskesmas sekitar 2.100 sampel.
"Kami melibatkan seluruh puskesmas di Kulon Progo. Kami melihat Kulon Progo adalah satu di antara kabupaten di DIY yang memiliki topografi yang bisa mewakili plural dan urban," ucapnya saat Kick off clinical trial cervical cancer screening di Puskesmas Pengasih I, Senin (21/11/2022).
Riset ini juga didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Federal Jerman serta beberapa perusahaan teknologi yang memproduksi alat pendeteksi kanker serviks. Sehingga alat deteksi itu bisa didapatkan secara gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami menyampaikan, deteksi kanker leher rahim menjadi fokus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bagi wanita berusia 30-50 tahun.
Adapun, deteksi kanker serviks biasanya menggunakan pap smear dan tes inspeksi visual asetat (IVA). Hanya saja, untuk pap smear tidak semuanya mampu karena harganya mahal.
Selain itu, wanita juga kerap kali merasa takut dan malu untuk melakukan pemeriksaan dengan dua tes tersebut.
Adanya metode baru ini, ia optimis, kaum wanita bisa melakukan deteksi kanker serviks secara mandiri.
"Yang bikin optimis bisa dilakukan sendiri. Metodenya sederhana dengan air kencing dan swab vagina," kata Sri Budi.
Pada hari ini, uji coba deteksi kanker leher rahim dilakukan di Puskesmas Pengasih I.
Baca juga: Wisatawan Keluhkan Maraknya Parkir Sembarangan di Malioboro yang Bikin Macet Jalanan
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana menyatakan, kematian perempuan akibat kanker leher rahim disebabkan ketidaktahuan atau keengganan untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Dengan teknologi baru, diharapkan dapat mempermudah pemeriksaan yang bisa dilakukan secara mandiri.
"Kami berharap hasil penelitian dari aplikasi alat tes bisa dijual dan didapatkan dengan harga yang murah sehingga terjangkau oleh masyarakat," ucapnya. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kick-off-clinical-trial-cervical-cancer-screening-di-Puskesmas.jpg)