Berita Sleman Hari Ini

Gedung Museum Gunung Merapi di Sleman Rusak, Kini Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, mengeluarkan kebijakan menutup sementara Museum Gunung Merapi (MGM) di Kalurahan Hargobinangun

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Museum Gunung Merapi di Hargobinangun, Pakem Sleman sementara ditutup dari kunjungan wisatawan karena gedung mengalami kerusakan. Destinasi wisata ini ditutup untuk dilakukan perbaikan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taufiq Wahyudi menjelaskan, bangunan museum MGM dibangun kolaborasi, antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kabupaten sejak tahun 2005 hingga 2009.

Kemudian, dihibahkan ke Kabupaten Sleman pada tahun 2019. Menurut dia, bangunan museum MGM tergolong rusak sedang.

Awal kerusakan dari atap yang bocor di bagian depan, kemudian berdampak pada plafon dan papan lantai.

Kerusakan plafon cukup parah berada di lantai dua. 

"Bahayanya dikhawatirkan (plafon) bisa ngebruki (menimpa) pengunjung. Meksipun, kalau dri struktur (bangunan) sebenarnya masih kuat sehingga perkiraannya rusak sedang dan memang harus ditutup karena membahayakan," kata Taufiq.

Rencana perbaikan menunggu danais turun dan menggunakan mekanisme lelang. Waktu perkirakan memakan 6-7 bulan dengan fokus perbaikan pada bagian atap, plafon dan lantai.

Karena itu, museum MGM diperkirakan akan dibuka kembali pada akhir 2023 atau awal 2024. 

"Jadi agak lama off-nya," kata dia. 

Baca juga: Pemkot Magelang Luncurkan Rumah Moderasi Beragama untuk Jaga Kerukunan Umat

Danais Rp 7,5 miliar 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Edy Winarya mengungkapkan, berdasarkan kebijakan dari Pemda DIY bahwa museum merupakan urusan Kebudayaan, sehingga perbaikan Museum Gunung Merapi di Hargobinangun, akan dilakukan menggunakan dana keistimewaan (Danais).

Menurut dia, anggaran perbaikan sebenarnya telah diusulkan Sleman sejak tahun 2019.

Namun, karena setahun setelah itu terjadi pandemi covid-19 sehingga tidak bisa mendapatkan anggaran perbaikan museum

"Baru pada tahun ini, kami bisa mendapatkan anggaran Rp 7.5 miliar danais dari Rp 13 miliar yang kami usulkan. Anggaran itu, akan kami prioritaskan untuk menggarap bagian atapnya. Karena kerusakan bermula dari itu," kata dia. (rif)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved