Berita Sleman Hari Ini

Gedung Museum Gunung Merapi di Sleman Rusak, Kini Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, mengeluarkan kebijakan menutup sementara Museum Gunung Merapi (MGM) di Kalurahan Hargobinangun

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Museum Gunung Merapi di Hargobinangun, Pakem Sleman sementara ditutup dari kunjungan wisatawan karena gedung mengalami kerusakan. Destinasi wisata ini ditutup untuk dilakukan perbaikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, mengeluarkan kebijakan menutup sementara Museum Gunung Merapi (MGM) di Kalurahan Hargobinangun, Pakem.

Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung.

Sebab, bangunan gedung museum yang banyak menyimpan koleksi miniatur gunung berapi dan peragaan erupsi ini rusak pada bagian atap sehingga harus segera diperbaiki.

Selama perbaikan itu destinasi ditutup. 

"Kita memutuskan untuk kunjungan ditutup. Ini harap menjadi perhatian bagi wisatawan, yang mungkin selama masa perbaikan, tidak bisa mengunjungi Museum Gunung Merapi," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Senin (21/11/2022). 

Baca juga: DATA TERBARU Pukul 19.34 WIB, Jumlah Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 62, Potensi Gempa Susulan

Surat edaran penutupan mulai diedarkan sejak 21 November.

Danang menjelaskan, keputusan menutup Museum Gunung Merapi tersebut bermula dari kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 12 September 2022 yang memeriksa kondisi bangunan MGM.

Kala itu, BPK menyampaikan bahwa kondisi bangunan Museum sudah sangat menghawatirkan dan secara lisan menyampaikan agar ditutup sementara dari kunjungan wisatawan demi keselamatan. 

Setelah kunjungan itu, Pemkab Sleman kemudian membahas secara internal, melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, mengenai usulan penutupan MGM.

Hasilnya semua menyetujui jika museum ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan akan dilakukan perbaikan.

Perbaikan difokuskan pada bagian atap, plafon dan lantai dengan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar dari dana keistimewaan Yogyakarta. 

Selama museum ditutup, operasional karyawan masih seperti biasa.

Hanya saja, dilakukan penyesuaian jam kerja dan difokuskan untuk mengevakuasi koleksi museum.

Kendati kunjungan ditutup, tapi pemerintah kabupaten Sleman, kata Danang, tetap akan mengakomodir wisatawan yang berkunjung ke seputar area museum karena masih ada beberapa space yang bisa digunakan untuk berwisata. 

"Meksipun kunjungan tidak bisa masuk, tapi tetap masih bisa membuat even diluar gedung agar kita tetap memberikan pelayanan ke wisatawan yang berkunjung ke sana," kata dia. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved