Perang Rusia Ukraina
PM Inggris Rishi Sunak Serahkan Bantuan 120 Senjata Arhanud dan Radar ke Ukraina
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menemui Presiden Ukraina Volodymir Zelensky, dan menyerahkan bantuan peralatan militer pertahanan udara.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Reaksi terhadap serangan rudal yang menghantam desa Przewodow di Polandia pada hari Selasa, yang menewaskan dua warga sipil, telah mengungkapkan gejala itu.
Bahkan, orang-orang di Warsawa yang selama ini paling bersemangat anti-Rusia, menolak menyalahkan insiden itu pada Moskow.
Pada Jumat, Warsawa dalam Bahasa diplomatis menyebut serangan itu sebagai kecelakaan yang tidak menguntungkan yang secara praktis tidak mungkin dicegah.
Kiev telah berulang kali mencoba menyalahkan insiden itu pada Moskow. Militer Rusia, sementara itu, mengatakan tidak menembakkan rudal ke perbatasan Ukraina-Polandia.
Sementara analisis foto dari situs menunjukkan proyektil itu adalah rudal anti-pesawat S-300 yang dioperasikan pasukan Ukraina.
Baca juga: Zelensky Minta Para Pemimpin G20 Tak Desak Dirinya Negosiasi dengan Rusia
Baca juga: Medvedev : Jika Serang Krimea, Kiamat Itu Akan Tiba di Ukraina
“Semua orang bosan dengan rezim Kiev. Terutama Zelensky yang neurotik, yang terus-menerus mengobarkan ketegangan,” tulis Medvedev.
“(Zelensky) merengek, menangis tersedu-sedu, dan memeras semakin banyak uang dan senjata. (Dia) bertingkah seperti anak histeris dengan masalah perkembangan,” lanjut Medvedev meledek Zelensky.
“AS, NATO dan Uni Eropa tidak ingin pecah total dengan Rusia, mempertaruhkan (perang) dunia ketiga. Oleh karena itu, upaya yang sering dilakukan untuk mengendalikan Kiev dan menyadarkannya, mendorongnya untuk bernegosiasi,” tulis Medvedev.
Dengan menolak untuk berbicara dengan Rusia, Zelensky sebenarnya mengejar tujuan yang jauh lebih duniawi dan egois.
Dia menambahkan jika (Zelensky) tidak menerima kenyataan keruntuhan Ukraina, tidak ada gunanya duduk di meja. Jika (dia) menerimanya – dia akan ditendang oleh nasionalisnya sendiri, yang terkait petinggi tentara,” lanjutnya.
Komentar mantan presiden itu muncul ketika beberapa politisi terkemuka di barat, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah berulang kali menyerukan pembicaraan langsung antara Kiev dan Moskow.
Laporan baru-baru ini juga menunjukkan Washington telah mendorong Ukraina untuk membatalkan penolakan tanpa kompromi terhadap proses perdamaian dengan Rusia.
Pekan lalu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, menyarankan kemenangan militer Ukraina mungkin tidak dapat dicapai.
Musim dingin menurut Milley dapat memberikan kesempatan untuk memulai pembicaraan dengan Moskow.(Tribunjogja.com/Aljazeera/Southfront/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/7-Fakta-tentang-Rishi-Sunak-Perdana-Menteri-Inggris-yang-Baru.jpg)