Berita Sleman Hari Ini

Pedagang Pasar Godean Harus Segera Pindah Pertengahan Desember 2022, Menghendaki Pindah 1 Kali

Rencana revitalisasi pasar Godean, di Kabupaten Sleman maju lebih cepat dari agenda semula. Awal tahun ini, bangunan pasar tradisional di Sidoagung

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Suasana di Pasar Godean menjelang rencana revitalisasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana revitalisasi pasar Godean, di Kabupaten Sleman maju lebih cepat dari agenda semula.

Awal tahun ini, bangunan pasar tradisional di Sidoagung itu akan dirobohkan dan dibangun ulang dengan desain tiga lantai.

Alhasil, para pedagang harus mulai bersiap pindah.

Pemindahan pedagang ini akan berlangsung dua kali.

Para pedagang akan menempati lahan transit, sebelum akhirnya dialihkan ke lahan relokasi di Sidoluhur.

Skenario pemindahan dua kali tersebut, menuai keberatan dari para pedagang pasar.

Mereka menginginkan pindah hanya satu kali saja. 

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Rp91,4 Miliar Penyertaan Modal ke BPD DIY Selama Tahun 2022

"Pedagang berat jika harus pindah dua kali ya. Kami ingin pindahnya cukup satu kali. Jadi, transit satu kali, kemudian tidak usah ke lahan relokasi. Jika pasar sudah selesai dibangun, kami langsung pindah saja ke pasar baru," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean, Sri Kundari, kepada Tribun Jogja, Jumat (18/11/2022 ). 

Sri mengatakan, para pedagang semula berharap bisa tetap bertahan hingga setelah lebaran.

Namun, nyatanya tidak bisa karena revitalisasi ternyata maju lebih cepat, dan mengharuskan pedagang segera pindah pada pertengahan bulan Desember ini.

Para pedagang pun awalnya mengaku kecewa.

Namun, setelah ada sosialisasi, diberi penjelasan, mayoritas pedagang menerima, meskipun dengan berat hati. 

Pedagang bersedia dipindah. Membawa barang dagangan sendiri bahkan menempati los terbatas di lahan transit juga sudah menerima.

Namun, memberi usulan hanya pindah satu kali saja di lahan transit yang disiapkan di tiga lokasi.

Yaitu di lahan Sidokarto, Pasar kuliner belut ataupun di Pasar Hobbies.

Artinya, tidak perlu pindah lagi ke lahan relokasi yang saat ini sedang dipersiapkan di Sidoluhur. 

"Kami sudah mengupayakan, untuk satu kali saja transit atau relokasi. Tapi kenyataannya pimpinan paling atas katanya tidak memperbolehkan. Tapi kami tidak tahu kedepan seperti apa. Pedagang pengennya sih cuma pindah satu kali," ujar dia. 

Senada, Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Godean, Eni Yulianti menyampaikan, mayoritas pedagang pasar Godean sebenarnya lebih banyak menerima. Diminta pindah lebih cepat, bersedia.

Menempati los terbatas di lahan transit pun bersedia. Bahkan, pindah dengan biaya sendiri pun bersedia dengan harapan setelah dibangun, pasar Godean ke depan akan tertata lebih baik.

Namun, usulan pindah hanya satu kali saja, Ia mengaku akan tetap memperjuangkannya.

Sebab, menurut dia membuat pasar itu mudah. Tetapi membentuk pasaran itu yang tidak mudah. 

"Kami khawatir jika pasar pindah-pindah, maka pelanggan kami habis, hilang," kata dia. 

Sementara itu, Kepala UPT Pelayanan Pasar Wilayah 1, Robertus Esthi Raharja menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi rencana pembangunan pasar induk, rencana transit dan relokasi kepada pedagang ditanggal 7-11 November 2022 lalu.

Pedagang yang terundang 853 pedagang.

Setelah sosialisasi, pedagang diberi kesempatan untuk mengisi surat pernyataan.

Apakah bersedia atau tidak. Saat ini sebagian pedagang sudah menyerahkan surat pernyataan. 

Baca juga: Pemkab Gunungkidul Tunggu Penetapan UMP 2023 DIY Sebelum Usulkan UMK

"Mayoritas pedagang bersedia. Kalau ada dinamika pertanyaan, itu hal yang wajar," kata dia.

Nantinya, pedagang akan transit terlebih dahulu sebelum menempati lahan relokasi di Sidoluhur.

Esthi menjelaskan, mengapa pedagang harus transit sebelum menempati lahan relokasi, karena pembangunan pasar yang didanai melalui APBN Kementerian PUPR senilai Rp 106 miliar itu dipercepat berdasarkan Instruksi Presiden.

Targetnya, bulan Februari 2024 harus sudah selesai. Alhasil, relokasi yang sebelumnya direncanakan awal Mei 2023 maju lebih cepat di pertengahan Desember 2022 ini.

Sementara lahan di Sidoluhur, yang merupakan lahan pertanian tebu belum siap ditempati untuk relokasi.

Saat ini masih dalam proses pematangan sehingga pedagang sementara transit, sampai lahan di Sidoluhur bisa ditempati. 

"Jadi pembangunan maju. Lahan relokasi belum siap. Pedagang mau berdagang di mana?. Akhirnya keputusannya tidak seperti direncanakan semula, maka ya dipindahkan dulu ke transit," ujar dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved