Berita Sleman Hari Ini
Wabup Sleman Berharap Bumkalma Jadi Bagian Penuntasan Kemiskinan
Melalui pemerintah Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman meluncurkan Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (Bumkalma) Godean Sido Makmur Ikd
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Berbagai upaya dalam mendongkrak ekonomi di Kabupaten Sleman lebih maju terus dilakukan.
Melalui pemerintah Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman meluncurkan Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (Bumkalma) Godean Sido Makmur Ikd di Pendopo Kantor Kapanewon Godean pada Selasa (15/11/2022).
Panewu Godean, Ikhsan Waluyo, mengatakan, peluncuran Bumkalma tersebut menjadi momentum pemberdayaan masyarakat dari seluruh kalangan dalam meningkatkan perekonomian lebih baik di Kabupaten Sleman khususnya di Kapanewon Godean.
Baca juga: Satgas KTR di Kulon Progo Usulkan PJ Bupati untuk Menerbitkan Surat Edaran
"Tentunya itu juga menjadi wujud kebersamaan antar kalurahan yang ada di Kapanewon Godean," jelasnya kepada awak media di Kantor Kapanewon Godean.
Lanjutnya, Bumkalma menjadi bagian tuntutan di dalam Undang-Undang untuk menuntaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya turut menyalurkan dana sosial sebesar Rp123.300.000 kepada beberapa pelaku usaha di Kapanewon Godean.
Namun, penyaluran tersebut diberikan dalam bentuk barang sesuai dengan para pelaku usaha yang membutuhkan bantuan dalam menjalankan bisnis dari pelaku usaha tersebut.
Ia turut menyampaikan, potensi perekonomian yang paling menonjol di Kapanewon Godean ialah kuliner.
"Jadi peralatan bantuan yang kami berikan juga ada banyak untuk mendukung para pelaku usaha kuliner itu," ucapnya.
"Semoga itu bisa memberdayakan masyarakat dan mensejahterakan masyarakat," pinta Ikhsan.
Launching Bumkalma Godean Sido Makmur Ikd turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.
"Kami menyambut baik pembagian dana sosial hasil dari pada penyisihan laba usaha milik kalurahan bersama Kapanewon Godean itu," ujarnya.
Dua turut menyampaikan, apabila setiap kapanewon di Kabupaten Sleman memiliki Bumkalma menjadi nilai positif dalam memberikan manfaat baik bagi warganya.
Sehingga, Pemerintah Kabupaten Sleman dapat terbantu mengatasi masalah kemiskinan.
Baca juga: Dampak Hujan Deras di Klaten, 12 Desa di 7 Kecamatan Alami Banjir, Longsor dan Tanggul Jebol
"Menurut data (angka kemiskinan di Kabupaten Sleman) sekitar 8,6 persen. Memang (angka tersebut) naik," tuturnya.
Namun, Danang memastikan bahwa angka peningkatan kemiskinan itu dapat terjadi di beberapa daerah.
"Tapi, lambat laun, dengan berbagai kegiatan ekonomi berupa pemberdayaan masyarakat yang terus dilakukan lewat UMKM, pasti akan mengurangi (angka kemiskinan di Kabupaten Sleman)," pungkas Danang. (Nei)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kantor-Kapanewon-Godean-pada-Selasa-15112022.jpg)