Atap SD Muhammadiyah Playen Ambruk
Polisi Gandeng Ahli dari UGM untuk Ungkap Penyebab Ambruknya Atap Gedung SD Muhammadiyah Bogor
Tim ahli dari UGM tersebut diminta untuk memeiksa kualitas struktur bangunan yang ambruk pada Selasa pagi tersebut.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Polisi bergerak cepat mengusut kasus ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor yang memakan satu korban jiwa pada Selasa (8/11/2022) pagi kemarin.
Untuk mengungkap penyebab ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor tersebut, polisi langsung meminta keterangan dari sejumlah pihak.
Hingga Rabu (9/11/2022), setidaknya sudah ada 10 saksi yang diperiksa oleh polisi.
Saksi yang diperiksa meliputi perwakilan dari pihak sekolah, komite sekolah hingga pelaksana proyek yang membangun gedung yang roboh tersebut.
Tak hanya itu, untuk mengungkap penyebab robohnya atap bangunan sekolah tersebut, polisi menggandeng tim ahli dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
"10 saksi ini dari pihak sekolah, komite sekolah, serta pemborong yang mengerjakan bangunan," kata Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro saat ditemui pada Rabu (09/11/2022).
Polisi sendiri, kata Mahardian, masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Polisi belum menaikan statusnya menjadi penyidikan.
Saat ini Polres Gunungkidul masih mendalami dan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus yang menewaskan seorang siswa ini.
Sementara terkait pelibatan tim dari UGM, menurut Mahardian, itu dilakukan untuk memudahkan polisi mengungkap penyebab insiden tersebut.
Baca juga: Kisah Pilu Di Balik Tragedi Atap Sekolah Runtuh: FA Sedang Hafalan Alquran dan Bantu Evakuasi Teman
Baca juga: Siswa Korban Atap Sekolah Runtuh Trauma, Tutupi Muka dengan Bantal Saat Tidur Hingga Teriak-teriak
Tim ahli dari UGM tersebut diminta untuk memeiksa kualitas struktur bangunan yang ambruk pada Selasa pagi.
"Tadi dari tim ahli sudah membawa sejumlah sampel untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.
Mahardian pun belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian dari kejadian ini. Keputusan itu menunggu hasil pemeriksaan teknis dari tim ahli UGM.
Hingga kini, lingkungan SD Muhammadiyah Bogor, Playen masih disterilkan untuk keperluan penyelidikan.
Seluruh aktivitas di sekolah pun ditangguhkan sementara.