Atap SD Muhammadiyah Playen Ambruk
Polisi Gandeng Ahli dari UGM untuk Ungkap Penyebab Ambruknya Atap Gedung SD Muhammadiyah Bogor
Tim ahli dari UGM tersebut diminta untuk memeiksa kualitas struktur bangunan yang ambruk pada Selasa pagi tersebut.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
"Lokasi kejadian tetap kami amankan sampai ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Mahardian.
Sementara Dosen Teknik Sipil UGM, Muslikh mengatakan penilaian yang dilakukan masih bersifat umum. Antara lain, mengenai struktur bangunan, dimensi, material, hingga kondisi kerusakan.
Sejumlah material dari lokasi kejadian pun dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan akan dilakukan di laboratorium Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM.
"Lamanya pemeriksaan tergantung pada kemampuan laboratorium," jelas Muslikh.
Kronologi
Sebelumnya, atap bangunan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, ambruk pada Selasa (08/11/2022). Belasan pelajar terluka akibat kejadian ini.
Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi menyampaikan ambruknya atap bangunan sekolah terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pagi.
"Saat itu aktivitas belajar belum dimulai, baru pengajian," kata Hajar.
Adapun atap yang ambruk berada di lantai 2 bangunan sisi belakang sekolah. Terdapat 3 ruang kelas yang saat kejadian sudah diisi oleh pelajar.
Akibat kejadian ini, Hajar mengatakan setidaknya 12 pelajar terluka. Satu mengalami luka serius, sedangkan lainnya mengalami luka ringan.
"10 pelajar dilarikan ke Puskesmas terdekat, 2 lainnya dilarikan ke RSUD Wonosari," ungkapnya.
Hajar mengatakan satu pelajar yang dilarikan ke RSUD Wonosari sudah dipulangkan. Sedangkan satu luka serius masih dalam perawatan intensif.
Belum diketahui pasti penyebab ambruknya atap bangunan. Adapun saat kejadian, kondisi cuaca sedang cerah, tidak ada hujan maupun angin.
Baca juga: Satu Terdakwa Klitih di Gedongkuning Divonis 10 Tahun, Keluarga Teriak Histeris di Ruang Sidang
"Kami masih terus menyelidiki kejadian ini," kata Hajar.
Sejumlah unsur dilibatkan untuk penanganan di lokasi kejadian. Antara lain Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), aparat Polres Gunungkidul, Basarnas, hingga perangkat setempat.
Aktivitas belajar pun kini dihentikan sementara selagi proses penyelidikan dilakukan. Seluruh pelajar yang selamat saat ini dipulangkan ke rumahnya masing-masing. (*)