Berita Gunungkidul Hari Ini
Respon Insiden Atap Ambruk, Disdik Gunungkidul Akan Cek Kondisi Seluruh Bangunan Sekolah
Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul akan mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah yang jadi kewenangannya. Kebijakan ini sebagai respon atas kejadi
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul akan mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah yang jadi kewenangannya.
Kebijakan ini sebagai respon atas kejadian ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor, Playen.
Kepala Bidang SD, Disdik Gunungkidul, Taufik Aminudin mengatakan pengecekan bangunan sekolah sebenarnya sudah rutin dilakukan.
Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Naik, Rumah Sakit di Bantul Rawat 18 Pasien
"Pengecekan itu sudah kami lakukan," jelas Taufik dihubungi pada Selasa (08/11/2022).
Pengecekan terutama dilakukan pada satuan pendidikan yang jadi wewenang Disdik Gunungkidul.
Namun pengecekan ini dilakukan menyesuaikan dengan kemampuan tenaga yang dimiliki.
Terkait kejadian atap ambruk di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Taufik menyebut pengerjaannya bukan dari Disdik. Sebab sekolah tersebut berstatus milik swasta.
"Jadi pekerjaannya murni dari sekolah atau komite atau yayasan di sana," jelasnya.
Lantaran bukan jadi kewenangannya, Taufik pun menyatakan tidak mengetahui persis rincian dari pembangunan gedung tersebut.
Termasuk kapan gedung itu mulai digunakan.
Serupa, Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan akan mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah. Apalagi sudah ada perintah dari bupati.
"Kami akan libatkan tim pengawas untuk prosesnya," kata Nunuk.
Ia juga memilih menyerahkan penanganan kejadian atap ambruk SD Muhammadiyah Bogor ke aparat.
Adapun hingga kini proses penyelidikan masih terus berjalan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya meminta seluruh gedung sekolah dicek secara menyeluruh.
Baca juga: KECELAKAAN di Purworejo: Pengemudi Motor Meninggal Setelah Terseret Truk Tronton Sejauh 10 Meter
Tindakan ini perlu dilakukan merespon kejadian atap ambruk hari ini.
Ia pun berharap peristiwa ini jadi pembelajaran bagi semua pihak.
Termasuk pihak sekolah agar tidak mengabaikan kualitas bahan bangunan yang digunakan.
"Jangan hanya karena harga bahan murah, kualitas bangunan terabaikan," kata Sunaryanta. (alx)