Berita Bantul Hari Ini
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Rumah Sakit di Bantul Rawat 18 Pasien
Dari ratusan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, ada 18 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan gejala ringan dan sedang.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Peningkatan kasus Covid-19 dirasakan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bantul.
Dari ratusan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, ada 18 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan gejala ringan dan sedang.
Adapun 18 pasien tersebut, sebanyak 16 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul atau RSPS dan dua pasien dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 yang berganti nama menjadi RSUD Saras Adyatma.
Baca juga: KECELAKAAN di Purworejo: Pengemudi Motor Meninggal Setelah Terseret Truk Tronton Sejauh 10 Meter
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, Sidiq Rohadi mengatakan bahwa dalam beberapa bulan kemarin, sempat tidak ada pasien Covid-19 di RSUD Panembahan Senopati.
Namun seiring adanya lonjakan kasus Covid-19 terutama munculnya varian baru sejak awal November, RSPS kembali merawat pasien Covid-19.
Ia mengungkapkan, saat ini RSUD Panembahan Senopati Bantul tengah merawat sebanyak 16 pasien Covid-19.
“Saat ini ada 16 pasien Covid-19 yang kami rawat. Di mana 14 di antaranya dirawat di bangsal biasa, sementara dua pasien lainnya dirawat di ruang kritikal karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta,” ujarnya, Selasa (8/11/2022).
Menurutnya, sebagian besar pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul adalah hasil temuan ketika pasien datang untuk memeriksakan diri.
Sebagaimana aturan di rumah sakit, pasien yang datang apalagi dengan gejala yang mengarah ke Covid-19 akan terlebih dahulu dilakukan swab atau tes PCR.
Selain itu ada pula pasien rujukan dari rumah sakit lain.
Sebagai antisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19, RSPS siap melakukan konversi tempat tidur termasuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) perawat maupun dokternya,
“Kita juga bersiap jika ada lonjakan Covid-19 dengan menyiapkan tempat tidur sesuai kebutuhan. Di sisi lain SDM kita juga sudah siap semuanya,” imbuhnya.
Adapun berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, kasus aktif Covid-19 di Bantul saat ini menyentuh angka 271 setelah ada penambahan sebanyak 40 kasus positif per 7 November 2022 lalu.
Kasus aktif ini tersebar di semua kapanewon di Bantul, tiga kapanewon terbanyak adalah yang berbatasan dengan Sleman dan Kota Jogja, yakni Banguntapan sebanyak 47 kasus, disusul Kasihan 42 kasus, dan Sewon 33 kasus.
Sementara paling sedikit, yakni Kapanewon Imogiri dua kasus dan Srandakan lima kasus.
Baca juga: Atap SD di Gunungkidul Ambruk, Disdikpora DIY Minta Sekolah di Tinjau Bangunan Rawan
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan sampai saat ini pihaknya belum pernah menyatakan bahwa Covid-19 di Bantul selesai. Maka dari itu, setiap bulan ia menandatangani perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Hanya saja itu menjadi tidak populer karena Covid-19 melandai selama ini. Tapi sekarang naik, maka kita bangkitkan kembali sosialisasi agar masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan lebih ketat,” ujarnya.
Halim menyatakan bahwa sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus yang signifikan, namun demikian pihaknya tetap akan melakukan antisipasi dengan menyiagakan ruang-ruang isolasi terpadu.
Dan jika dibutuhkan bisa diaktifkan kembali.
“Selain menyiapkan rumah sakit, kita juga punya rumah isolasi terpusat, saatnya dibutuhkan nanti kita hidupkan kembali,” tandasnya.(nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid19.jpg)