Atap SD Muhammadiyah Playen Ambruk
11 Pelajar Korban Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor Playen Dipulangkan, 1 Orang Masih Dirawat di ICU
Sedangkan untuk pelajar lainnya, ia menyebut ada luka serius pada bagian kepala belakang. Pelajar ini pun sempat mengalami henti napas
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul pada Selasa (08/11/2022) menyebabkan belasan pelajar terluka.
Mereka pun sempat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk penanganan.
Kepala SD Muhammadiyah Bogor, Indah Suryani mengatakan sebagian besar pelajarnya kini sudah dipulangkan.
Baca juga: Bappeda Wonosobo Gelar Lomba Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat
"Ada 11 anak yang sebelumnya dirawat di Puskesmas sudah dipulangkan dan kondisinya aman," kata Indah ditemui di RSUD Wonosari.
Ia mengatakan tinggal satu pelajarnya yang kini masih menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Wonosari.
Sebab yang satu ini mengalami luka serius akibat tertimpa material atap yang ambruk.
Indah juga menyatakan aktivitas pembelajaran di SD Muhammadiyah Bogor dihentikan untuk sementara waktu.
Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai pihak.
"Kami pertimbangkan kondisi psikis anak, kalau sudah kondusif baru aktivitas pembelajaran dimulai lagi," jelasnya.
Terkait ambruknya bangunan sekolah, Indah menolak berbicara lebih banyak.
Menurutnya, masalah itu jadi ranah panitia pembangunan gedung tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, RSUD Wonosari, Sumartana menyampaikan pihaknya merawat 2 korban.
Masing-masing pelajar perempuan dan laki-laki.
"Saat datang keduanya dalam kondisi tak sadarkan diri," ungkapnya.
Sumartana mengatakan pelajar perempuan lalu sadar namun mengalami sedikit trauma akibat kejadian ini.