Berita Sleman Hari Ini

Curah Hujan Tinggi, BPBD Sleman Imbau Warga Waspadai Longsor hingga Banjir 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana saat turun hujan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana saat turun hujan.

Terutama, longsor dan banjir di wilayah rawan bencana.  

"Sekarang cuaca ekstrem, hujan tidak menentu. Kadang panas-kadang hujan. Beberapa wilayah terjadi angin. Kemarin terjadi di Turi. Kami imbau terus hati-hati. Terutama terhadap pohon-pohon sekitar. Jika membahayakan dipangkasi . Kemudian, jangan buang sampah sembarang. Saluran air jangan sampai mampet. Kalau mampet ya risikonya banjir," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, Senin (7/11/2022). 

Baca juga: Kembali Berlatih, PSIM Yogyakarta Jadwalkan Gelar Uji Coba di Akhir Pekan

BPBD Sleman mencatat, dari Januari hingga Oktober, ada 127 titik kejadian bencana, 50 titik di antaranya merupakan kejadian tanah longsor.

Karenanya, masyarakat diminta hati-hati, waspada dan lebih peduli tentang mitigasi bencana. 

Menurut Bambang, tingginya kejadian bencana tanah longsor dipengaruhi beberapa faktor.

Di antaranya, faktor cuaca dengan curah hujan tinggi. Kemudian, dipengaruhi faktor pembangunan.

Daerah pinggiran sungai yang seharusnya memiliki fungsi penyangga ekosistem sungai dan daratan justru dibangun yang membuat  pendangkalan sungai.

Diperparah dengan aspalisasi atau pengecoran yang membuat air tidak bisa meresap sempurna ke dalam tanah. 

Sebab itu, pihaknya mewaspadai titik-titik longsor yang berada di tebing hingga pinggiran bantaran sungai. Kemudian beberapa lokasi pemukiman yang berundak. 

"Pemukiman terasering ini juga berbahaya. Hati-hati. Terutama pemukiman yang trap-trapan, terasiring," kata dia. 

Peta perkiraan wilayah terjadinya gerakan tanah yang dikeluarkan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM di bulan November 2022 ini, potensi longsor di Sleman tersebar di beberapa wilayah.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Gunungkidul 7 November 2022: Tambah 10 Kasus Baru, 2 Orang Meninggal Dunia

Pemetaan dibagi dalam beberapa kategori. Untuk wilayah dengan kategori menengah - tinggi potensi gerakan tanah berada di Cangkringan, Gamping, Godean, Pakem, Prambanan, Seyegan, Tempel hingga Kapanewon Turi. 

Wilayah dengan kategori menengah - tinggi tersebut diasumsikan memiliki potensi menengah dan tinggi untuk pergerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah apabila curah hujan mengguyur dengan intensitas di atas normal.

Bahkan, gerakan tanah lama bisa juga aktif kembali.

"Wilayah perbukitan kan rawan longsor. Kemudian yang di bawah, risiko banjir. Ini harus hati-hati. Sekarang belum puncaknya (hujan). Puncaknya nanti di awal Desember sampai Januari," kata dia. (rif)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved