Kepala Desa Banyuwangi Magelang Sebut Lima Rumah Warga Diusulkan Relokasi Imbas Erosi Sungai Progo
Tindakan relokasi dikeluarkan sebab lima rumah milik warga tersebut paling berdekatan dengan aliran sungai.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Desa Banyuwangi, Dusun Ngiwon, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang menyebutkan imbas terjadinya erosi Sungai Progo sebanyak lima rumah akan direlokasi
Kepala Desa Banyuwangi, Asnawi, menuturkan tindakan relokasi dikeluarkan sebab lima rumah milik warga tersebut paling berdekatan dengan aliran Sungai Progo.
"Itu lima rumah yang langsung berdekatan, mungkin sekali lagi seperti itu (erosi sungai), InsyaAllah rampung (habis) itu rumahnya. Itu, rumahnya Pak Asroni, Sutrisno, Muhromi, Kholik, dan Asromi. Sudah dilakukan pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemarin pakai drone,"terangnya saat ditemui di kantornya, pada Senin (31/10/2022).
Ia menambahkan, pertimbangan lainnya yakni mengingat jarak Sungai Progo yang semakin dekat dengan pemukiman warga.
Di mana setiap tahunnya akibat erosi Sungai Progo membuat bantaran kali ikut tergerus.
"Sebelumnya jarak Sungai Progo ke perumahan warga itu berjarak 100 meter, kini hanya 1 meter saja tidak sampai. Memang Sungai Progo sudah beberapa kali terjadi banjir, itu ada sekitar 1 hektar tanah warga dan tanah khas desa yang tergerus,"terangnya.
Terkait masalah ini, sebenarnya pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk memperbaiki arah aliran Sungai Progo kepada pihak terkait.
Misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang dan BBWSO (Balai Besar Wilayah Serayu Opak) bahkan Bupati Magelang.
"Dan kami sudah melaporkan, pertama dengan Bapak Camat Bandongan. Kedua, dengan BPBD, Bupati, bahkan dewan yang ada di wilayah kami. Alhamdullilah, mengajukan ke BBWSO akhir tahun 2021 sudah dilaksanakan pengukuran dan pengecekan tanah. Dan di tahun 2022 bulan April lalu, kami sudah sosialisasi dari BBWSO dan sudah mendapatkan gambar teknik dalam pengerjaannya,"jelasnya.
Namun, solusi yang diberikan BBWSO yakni membuat tanggul sungai.
Menurutnya, hal itu tidak akan memberikan banyak kemanfaatan jika tidak dilakukan normalisasi sungai terlebih dahulu.
"Cuma pada saat sosalisasi teknik dan gambar, kami selaku Kepala Desa Banyuwangi meminta untuk sebelum ditanggul diminta normalisasi dulu. Daripada ditanggul tetapi tidak dinormalisasi.Karena, ada tanah yang tadinya dialiri Sungai Progo sekarang jadi tanah bukan sungai lagi, itu itu sudah masuk ke area warga. Karena itu, kalau dinormalisasi manfaatnya akan lebih besar,"terangnya. (*)