Berita Kesehatan
Fakta Lengkap tentang Leptospirosis : Gejala, Cara Mencegah dan Pengobatannya
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia, terutama anjing, hewan pengerat, dan hewan ternak.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
5. tinja berwarna hitam
6. penurunan volume urine atau jarang buang air kecil
7. muncul bintik-bintik merah datar pada kulit seperti ruam (petechiae)
Baca juga: Waspadai DBD dan Leptospirosis di Musim Penghujan
Beberapa gejala leptospirosis mirip dengan penyakit lain, termasuk selesma dan meningitis.
Oleh sebab itu, kita perlu melakukan tes pemeriksaan.
Dilansir dari WebMD, dokter melakukan tes darah sederhana dan memeriksa antibodi dalam darah untuk mendeteksi leptospirosis .
Jika Anda menunjukkan tanda-tanda leptospirosis parah, dokter mungkin merekomendasikan rontgen dada, CT scan, hingga tes DNA.
Cara mencegah leptospirosis
Dikenal sebagai penyakit yang masuk dalam kelompok zoonosis, leptospirosis dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:
1. Menghindari hewan yang bisa terkena atau menjadi perantara leptospirosis
2. Mengenakan pakaian dan sepatu pelindung jika bekerja di pertanian, peternakan, atau sekitar hewan
3. Menggunakan sarung tangan dan sepatu jika harus bersentuhan dengan air atau tanah yang mungkin terkontaminasi bakteri.
4. Hindari berenang di danau atau sungai setelah banjir Hanya konsumsi air yang diolah.
5. Jangan minum air danau atau sungai tanpa direbus terlebih dahulu.
Baca juga: Tak Hanya Virus Corona, Leptospirosis Juga Masih Jadi Ancaman Masyarakat
Pengobatan leptospirosis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/grafis-leptospirosis_1303.jpg)