Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Pemdes Sebut Perlu Normalisasi Sungai Progo Imbas Erosi  di Dusun Ngiwon Magelang

Normalisasi Sungai Progo artinya melakukan pengalian pada sungai mengunakan alat berat supaya aliran sungai tidak mengarah ke pemukiman warga.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Penampakan kikisan tangan imbas erosi Sungai Progo Magelang, di Dusun Ngiwon Magelang, Minggu (23/10/2022) 

Selain, rumah warga dan lahan pertanian, kejadian itu juga berdampak pada satu irigasi yang mengairi tanaman warga.

Baca juga: BPBD Terapkan Masa Tanggap Darurat  Selama Tiga Hari PascaBanjir Bandang di Dusun Nalan Magelang

"Itu irigasi untuk mengairi kurang lebih lahan 7 hektar lahan penduduk untuk pertanian. Ada padi, ada holtikultura. kalau sekarang hanya bergantung dari satu sumber, kecil tidak bisa memenuhi kebutuhan petani," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang , Mhd Muzamil mengatakan, pihaknya masih melakukan penghitungan terkait dampak dari kejadian erosi di Dusun Ngiwon.

"Penghitungan secara komplit baru selesai Senin besok. Karena, kemarin (22/10/2022) kejadian bencana itu dalam sehari ada 6 lokasi," terangnya.

Sementara saat disinggung, soal rencana relokasi warga terdampak.

Ia mengatakan, masih dilakukan kajian oleh Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna).

"Kalau relokasi bisa saja, namun harus ada tempat hingga persetujuan Bupati. Dan, nanti itu pun akan menjadi wewenang dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman," tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved