Berita Magelang Hari Ini

BPBD Terapkan Masa Tanggap Darurat  Selama Tiga Hari PascaBanjir Bandang di Dusun Nalan Magelang

Masa tanggap darurat diberikan sebagai respon atas bencana alam banjir bandang yang melanda Dusun, Selasa (10/11/2022) siang lalu.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Proses pembersihan material oleh relawan pasca banjir bandang di Dusun Nalan III, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (12/10/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menerapkan masa tanggap darurat di Dusun Nalan III, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang selama tiga hari, yakni 11-13 Oktober 2022.

Masa tanggap darurat diberikan sebagai respon atas bencana alam banjir bandang yang melanda Dusun, Selasa (10/11/2022) siang lalu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Mhd Muzamil, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan proses penanganan banjir yang akan selesai hari ini.

“Saat ini sedang diupayakan penyelesaian penanganannya. Karena alat berat belum datang, karena dimensi (material banjir) cukup tebal, kalau kerja bakti (menggunakan alat manual) bisa lebih dari 3-4 hari, untuk proses pembersihannya. Akhirnya kami minta bantuan alat beratnya,” ujarnya saat ditemui di kantor pusat Desa Margoyoso, Salaman, Kabupaten Magelang, Kamis (13/10/2022).

Ia menambahkan, kesulitan yang dialami personel relawan yakni membersihkan sisa-sisa banjir pada gorong-gorong jembatan.

Sebab, jumlah material yang menyumbat cukup banyak  ditambah dengan adanya lumpur.

“Apalagi gorong-gorong itu kedalamannya lebih dari 2 meter. Yang paling bawah dengan yang atas, lebih  dalam yang atas. Jadi, kemarin saat ditarik dengan bantuan teman-teman menggunakan mobil, itu sulit. Makanya hari ini, nanti tanah yang menumpuk di gorong-gorong, akan diambil dulu," ujarnya.

Sedangkan untuk akses air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak banjir bandang, kata dia, sudah diatasi dengan cara mendroping air.

Sebelumnya, akibat banjir bandang, setidaknya tiga dusun yakni Dusun Nalan I, Dusun Nalan II, dan Dusun Nalan III terputus akses air bersihnya karena pipa penghubung paralon rusak.

"Untuk saluran air, solusi pertama yang kami lakukan adalah mensuplai air dengan tangki air. Untuk saat ini, pipa belum tersambung. Insya Allah selesai dalam dua hari. Untuk cadangan air di kampung, (ada) di depan rumah salah satu warga, mantan lurah, sudah ada bak untuk menampung air hujan. BPBD juga sudah memasang tangki air yang kami isi kemarin. Ada dua, kapasitasnya juga 3 ribu liter, jadi masyarakat tidak terlalu jauh," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk memasak juga bisa mengambilnya di posko lapangan.

Tak hanya itu, petugas juga akan selalu mobile (bergerak) untuk memastikan warga terdampak mendapatkan air bersih.

“Masyarakat juga diinformasikan bagi yang ingin mengambil air bersih untuk memasak, silahkan ambil di posko lapangan. Dan, kami akan mobile, kalau habis nanti mereka lapor, kami drop kembali,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved