BOB Kenalkan Potensi Pariwisata DIY Lewat Film 'Jogja, Kamu dan Rindu'
Film berdurasi 55 menit tersebut menjadi salah satu upaya BOB untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Film berjudul 'Jogja, Kamu dan Rindu' yang mengusung potensi pariwisata di kelima kabupaten dan kota di DIY, diluncurkan Badan Otorita Borobudur (BOB), pada Kamis (20/10/2022) malam.
Film berdurasi 55 menit tersebut menjadi salah satu upaya BOB untuk mendongkrak tingkat kunjungan.
Direktur BOB, Indah Juanita, menyampaikan film ini terdiri dari lima chapter.
Meliputi pertemuan, mencari bayangmu, takdir, bukan dia, dan healing.
Menariknya, di setiap chapter potensi pariwisata masing-masing daerah pun ditonjolkan, mengiringi kisah romansa dua muda-mudi yang tengah melancong di Yogya.
"Jadi, melaui film ini, kami ingin menyajikan informasi secara lengkap bagi masyarakat, tentang destinasi wisata di Yogyakarta. Dengan begitu, calon wisatawan bisa mendapat bayangan, objek-objek mana yang hendak dikunjunginya di sini," tandas Indah.
Ia menjelaskan, dalam film tersebut, Kota Yogyakarta mengusung Monalisa (Menikmati Harmoni Kota Yogya Melalui Lima Jalur Wisata Sepeda).
Dalam film pun digambarkan, bagaimana keseruan turis menyusuri sejumlah hidden gem di Kota Pelajar, yang selama ini bisa dibilang jarang dijamah oleh wisatawan.
Sementara Kabupaten Sleman, lebih menonjolkan kekaayaan alam lereng Gunung Merapi yang sudah kondang di dunia internasional.
Destinasi sport tourism berpetualang menggunakan jeep di lereng gunung, yang dibarengi dengan wisata kuliner menggugah selera, benar-benar memanjakan mata penonton.
Berbeda dengan dua daerah sebelumnya, di film ini, Kabupaten Bantul mengangkat tajuk budaya dan sejarah.
Cikal bakal Kraton Ngayogyakarta atau Kerajaan Mataram di Singosaren, Jagalan, Pleret, Kotagede, dan makam atau peristirahatan terakhir raja-raja di Imogiri, dikupas secara tuntas pada chapter ketiga.
Kemudian, Kabupaten Kulon Progo mengangkat tema wisata alam dan budaya, namun dengan pendekatan pengenalan gerakan Sambanggo, yang mencakupi tiga sub kategori.
Yaitu, Sambang Gisik (menata daerah pesisir), Sambang Giri (menata destinasi Pegunungan Menoreh) serta Sambang Gawe (menata ekonomi kreatif).
Tidak mau ketinggalan Kabupaten Gunung Kidul turut ambil bagian dengan mengusung tema Geo-Park yang memiliki banyak dimensi. Mulai dari budaya, kuliner, geo produk, ekosistem, 13 GeoSite dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peluncuran-film-Jogja-Kamu-dan-Rindu.jpg)