Tragedi Kanjuruhan Arema Vs Persebaya

Pernyataan Polri Soal Perintah Tembakan Gas Air Mata dalam Pengamanan di Stadion Kanjuruhan

Pernyataan Polri ini merespons sorotan terhadap penanganan pengamanan kerusuhan oleh aparat di Stadion Kanjuruhan. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.com/Suci Rahayu
Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022) berlangsung panas. Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022) berlangsung panas. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, memberikan pernyataan seputar munculnya perintah tembakan gas air mata dalam pengamanan kerusuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. 

Pernyataan Polri ini merespons sorotan terhadap penanganan pengamanan kerusuhan oleh aparat di Stadion Kanjuruhan. 

Dalam insiden kerusuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya, tercatat 131 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya dalam perawatan di rumah sakit. 

Peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) itu menjadi sorotan masyarakat dunia.

Berdasarkan kronologi dan sorotan banyak pihak, gas air mata yang ditembakkan polisi menjadi penyebab utama jatuhnya banyak korban jiwa dalam tragedi tersebut.

Siapa sebenarnya yang memerintahkan polisi pengamanan di stadion menembakkan gas air mata?

Irjen Dedi Prasetyo pun menjawab pertanyaan tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Irjen Dedi Prasetyo mengaku, Polri pun telah memeriksa 18 anggota kepolisian, mulai dari perwira tinggi, perwira menengah, hingga anggota, yang ditugaskan mengamankan pertandingan malam itu.

"Ya, saya ulangi lagi ya. Saat ini sedang dimintai keterangan atau didalami di level managerial pengamanan di lapangan, itu dulu, biar tim bekerja dulu dan jangan terburu-buru," kata Dedi, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (3/10/2022).

"Asas kehati-hatian, ketelitian, kemudian kecermatan juga menjdi standar dari tim (investigasi) ini," imbuhnya.

Materi audit

Irjen Dedi Prasetyo juga mengatakan bahwa berkaitan dengan larangan dari FIFA terhadap penggunaan gas air mata oleh tim pengamanan pertandingan sepak bola di dalam stadion, saat ini sedang dalam proses audit internal Polri.

"Semua standar operasional prosedur, demikian juga statuta dan regulasi yang ada bagian dari materi yang diaudit oleh tim," ujar Dedi.

"Sabar dulu ya. Saya juga berterima kasih kepada temen-temen media yang terus mengawal proses ini. Nantinya Insya Allah akan saya sampaikan setelah tim bekerja sesuai dengan parsial-parsialnya," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved