Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Geledah Kantor dan Rumah Sudrajad Dimyati di Yogya, KPK Bawa Dokumen dan Barang Bukti Elektronik

Dari hasil penggeledahan dimaksud tim penyidik KPK menemukan data dan dokumen pengeluaran uang, dokumen terkait perkara dan barang bukti elektronik.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa via kompas.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) telah melakukan penggeledahan aset milik Hakim Agung Sudrajad Dimyati di Yogyakarta .

Penggeledahan aset itu dilakukan pada Selasa (27/9/2022) lalu dengan objek berupa kantor dan rumah Sudrajat Dimyati di Yogyakarta , serta aset milik pihak lain yang terlibat dalam perkara suap di Mahkamah Agung .

"Tim penyidik KPK (27/9/2022) telah selesai melakukan penggeledahan di 4 lokasi berbeda di Semarang, Salatiga dan Yogyakarta ," kata Ali Fikri, Kamis (29/9/2022).

Tempat yang dilakukan penggeledahan dimaksud antara lain rumah dan kantor tersangka dan pihak terkait perkara.

Baca juga: Jadi Hakim Agung Pertama yang Kena OTT KPK, Sudrajad Dimyati Sudah Diberhentikan Sementara

Dari hasil penggeledahan dimaksud tim penyidik KPK menemukan data dan dokumen pengeluaran uang, dokumen terkait perkara dan juga barang bukti elektronik.

"Tim penyidik segera analisis dan melakukan penyitaan hasil penggeledahan sebagai barang bukti dalam perkara dimaksud," tegasnya.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). 

10 orang tersebut adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD), Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA inisial ETP.

Kemudian, empat PNS MA inisial DY, MH, NA, dan AB.

Selanjutnya, dua Pengacara YP dan ES. 

Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana inisial HT dan IDKS.

Sejumlah uang tersebut diduga terkait pengurusan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. 

Adapun total uang tunai yang diserahkan oleh YP dan ES terkait pengurusan perkara tersebut yakni sekira 202 ribu dolar Singapura atau setara Rp2,2 miliar.

Baca juga: Harta Fantastis Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Kekayaannya sampai Rp 10,7 M

Uang tersebut kemudian dibagi-bagi kepada hakim serta pegawai MA.

Rinciannya, DY mendapatkan jatah sebesar Rp250 juta, MH sebesar Rp850 juta, ETP sebesar Rp100 juta, dan Sudrajad Dimyati sebesar Rp800 juta.

Sebagai pemberi suap, HT, YP, ES, dan IDKS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Sudrajad, DY, ETP, MH, NA, dan AB yang merupakan pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved